Kasus Illegal Fishing. Tim Gabungan Bakamla Amankan 14 Kapal Asing. Disergap di Laut Natuna

Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap 14 kapal ikan asal Vietnam

Kasus Illegal Fishing. Tim Gabungan Bakamla Amankan 14 Kapal Asing. Disergap di Laut Natuna
ISTIMEWA
Sejumlah nelayan Vietnam yang diamankan saat menangkap ikan di perairan Indonesia, di Natuna 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap 14 kapal ikan asal Vietnam yang mencuri ikan di perairan Natuna, Minggu (27/5/2018).

Ke-14 kapal bersama awaknya saat ini masih diamankan di sekitar perairan Natuna.

Sebelumnya, saat ekspos tangkapan kapal pencuri kabel optik di Kantor Bakamla Batam di Barelang, Kabakamla RI Laksamana Madya Arie Soedewo mengatakan, penangkapan 14 KIA yang melakukan illegal fishing itu merupakan keberhasilan dari operasi Nusantara yang melibatkan semua stake holder lembaga keaamanan laut yang dikoordinir Bakamla dan KKP.

Baca: Isi Ruang Kerja Staf Khusus Gubernur Kepri Hanya Diisi Dua Pegawai Wanita

Baca: Isi Ruang Kerja Staf Khusus Gubernur Kepri Hanya Diisi Dua Pegawai Wanita

Baca: Selamat Hari Raya Galungan. Berikut 15 Contoh Ucapan dalam Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia

Arie menyebutkan saat penangkapan itu, salah satu kapten kapal mencoba membakar kapalnya.

"Beruntung personil yang ada diatas kapal sigap, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir dengan baik dan cepat," ujar Arie.

Hingga (Rabu, 38/5/2018), tim gabungan masih memeriksa kapal-kapal tersebut di sekitaran periaran Natuna.

"Semua unsur yang tergabung dalam operasi Nusantara terlibat dalam penangkapan itu," ujar Arie.

Informasi yang diperoleh Tribun dari Kasi Penindakan dan Penegakan Pangkalan PSDKP Batam Syamsu, membenarkan penangkapan 14 KIA berbendera Vietnam itu.

Namun Syamsu belum bisa berkomentar banyak sebab masih dalam proses penyelidikan dan kapal-kapal tersebut masih di Natuna.

"Kapal Asing yang diamankan saat melakukan ilegal fisihing oleh tim gabungan, jadi informasi detail harus melalui pusat (KKP) karena operasi ini dikoordinir pusat, sampai saat ini kita juga belum mendapatkan laporan resminya, mungkin dalam waktu dekat"kata Syamsu. (Ian)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved