Operasi Tangkap Tangan KPK

Terjadi Aksi Kejar-kejaran antara Petugas KPK dengan Seorang Pejabat di Purbalingga

Bupati dan sejumlah pejabat daerah di Purbalingga terkena operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (4/6/2018).

Terjadi Aksi Kejar-kejaran antara Petugas KPK dengan Seorang Pejabat di Purbalingga
Kompas.com
Mobil Toyota Avanza milik Kepala BLP Purbalingga yang disegel KPK setelah OTT, Senin (4/6/2018) 

TRIBUNBATAM.id, PURBALINGGA - Bupati dan sejumlah pejabat daerah di Purbalingga terkena operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (4/6/2018).

Dalam penangkapan itu, tim KPK melakukan penggeledahan dan penyitaan sejumlah aset sebagai barang bukti.

Dari pantauan Kompas.com di Pendopo Kabupaten Purbalingga, sejumlah fasilitas telah disegel KPK.

Antara lain, ruang kerja Bupati Purbalingga dan mobil dinas Toyota Avanza hitam nomor polisi R 64 C milik Kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Sekretariat Daerah Purbalingga.

Salah seorang petugas keamanan sekretariat daerah Purbalingga yang ditemui wartawan mengatakan, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas KPK dengan Kepala BLP pada pukul 17.00 WIB.

Baca: BREAKING NEWS. KPK Tangkap Kepala Daerah di Purbalingga

Baca: Tangkap Bupati dan 5 Orang di Purbalingga dan Jakarta, KPK Juga Sita Sejumlah Uang

Baca: Undang Media Silaturahmi, Tutut Soeharto Malu Difoto, Tapi Senang Diajak Selfie

"Mobil dinas Kepala BLP masuk ke pendopo kencang banget. Terus orang yang di dalam keluar dan langsung sembunyi di kantor. Tak lama kemudian, ada mobil yang mengejar dari belakang. Sekitar 10 menit, mobil yang ngikutin keluar lagi," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Purbalingga, Adi Yuwono menjelaskan, OTT KPK terkait dengan dugaan penyelewengan dalam proses pengadaan sejumlah proyek di Purbalingga.

"Ada dua proyek yang kami rasa janggal, terutama di proses lelang. Pembangunan gedung baru untuk DPRD dan Islamic Center. Dua proyek besar tapi tidak transparan dalam proses lelang," katanya.

Adi merinci, gedung baru DPRD Purbalingga merupakan proyek yang menyedot anggaran Rp 30 miliar. Sementara Islamic Center sendiri diplot dengan anggaran Rp 77 miliar.

"Proyek Islamic Center dibagi tiga tahap, untuk pembebasan lahan sebesar Rp 18 miliar tahun 2016, saat ini sudah masuk tahap pengurukan," ujarnya.

Penulis : Kontributor Purwokerto, M Iqbal Fahmi

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada Aksi Kejar-kejaran antara Petugas KPK dengan Seorang Pejabat di Purbalingga"

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved