Pengakuan Kepala Sekolah Terkait Kasus Dugaan Pungli PPDB di SMPN 10 Batam

Di Mapolresta Barelang, R mengaku selama proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) berlangsung, ia sering didatangi warga

Pengakuan Kepala Sekolah Terkait Kasus Dugaan Pungli PPDB di SMPN 10 Batam
TRIBUNBATAM/ANGGA
Suasana di SMPN 10 Batam, Senin (16/7/2018) pagi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Lima orang diamankan dalam kasus dugaan kasus Pungutan Liar (Pungli) PPDB di SMPN 10 Batam oleh Tim Saber Pungli Satreskrim Polresta Barelang.

Dari lima orang yang diamankan, Kepala Sekolah R, dan Wakil Kepala Sekolah AYN masih dalam proses menunggu gelar perkara.

Tiga lainnya, berdasarkan informasi dari pihak kepolisian sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca: Sudah 2 Bulan Proyek Baru Kelar 18 Persen, DPRD Kepri Minta Pembangunan Drainase Baloi Digesah

Baca: Sebanyak 63 Calon Advokat Batam Mengkuti Ujian yang Digelar Peradi Bekerja Sama dengan UIB

Baca: Jadwal Liga 1 2018 - Malam Ini Persija vs Bali United. Kick Off Pukul 18.30 WIB. Live di Indosiar

Informasi yang diperoleh Tribun dari polisi di Mapolresta Barelang, R mengaku selama proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) berlangsung, ia sering didatangi warga.

Ada sebanyak 178 calon siswa yang tidak lolos, yang dititipkan wali murid kepada dirinya sebagai Kepala Sekolah.

Namun, menurut R, ia tidak menjanjikan apa-apa terkait titipan wali murid tersebut.

"Saya bilang sama mereka, saya tidak bisa menerima ataupun menolak. Saya akan infentarisir dulu," katanya kepada polisi.

R beralasan, dia akan menunggu keputusan Dinas Pendidikan, jika ada penambahan kuota di SMPN 10.

R mengaku berkoordinasi juga dengan Bhr sebagai Ketua Komite. 

"Keputusan Dinas (Pendidikan) baru keluar hari Kamis, Dinas menyebutkan, diterima saja asalkan sekolah bisa menampung semua murid," katanya.

Halaman
12
Penulis: Eko Setiawan
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help