Penyelundup Sabu 1,6 Ton Didakwa Hukuman Mati, Berdalih Tak Tahu Kapal Mereka Berisi Narkotika

Pengadilan Negeri Batam menyidangkan dua kasus penyelundupan sabu berjumlah besar di hari yang sama, Selasa (24/7/2018).

Penyelundup Sabu 1,6 Ton Didakwa Hukuman Mati, Berdalih Tak Tahu Kapal Mereka Berisi Narkotika
Ekspose penangkapan 1,6 ton sabu oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan menkeu Sri Mulyani di Mapolda Kepri. 

Laporan Tribun Batam Leo Halawa

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pengadilan Negeri Batam menyidangkan dua kasus penyelundupan sabu berjumlah besar di hari yang sama, Selasa (24/7/2018).

Selain menyidangkan kepemilikan sabu 1 ton dari empat tersangka Chen Chung Nan, Chen Chin Tun, Huang Ching An dan Hsieh Lai Fu, PN Batam juga menyidangkan kepemilikan sabu 1,6 ton.

Barang haram seberat itu ditangkap Bea Cukai dan Mabes Polri di perairan Karang Helen Mas, dekat Karang Banteng, Anambas.

Empat terdakwa yang disidangkan dalam kasus ini adalah Tan Mai, Tan Yi, Tan Hui dan Liu Yin Hua yang kesemuanya warga negara China.

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Chandra dan dua majelis hakim anggota lainnya, Hera P dan Yona L Ketaren.

Baca: Sidang Kasus Sabu Satu Ton di Batam, Jaksa Kejagung Turun Dampingi JPU Kejari Batam

Baca: Kisah Ibu dan Anak Selundupkan Sabu Pakai Jimat Agar Tak Terlihat, Tapi Tak Mempan di X-Ray Bandara

Kemudian, swebagai jaksa penuntut Filpan Fajar Dermawan Laia, JPU dari Kejagung serta menghadirkan seorantg penerjemah.

Keempatnya dituntut hukuman maksimal hukuman mati.

Filpan mengurai satu per satu keterlibatan keempat terdakwa serta kronologisnya, mulai dari sabu itu dibawa dari luar negeri hingga sampai ke perairan Indonesia.

Usai mendengarkan dakwaan JPU tersebut, majelis hakim mempersilahkan keempatnya menanggapi tuntutan.

Halaman
12
Penulis: Leo Halawa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved