SEJARAH DUNIA

Berkuasa 600 Tahun Lebih, Kekuasaan Cakup 3 Benua, Bagaimana Kekhalifahan Turki Ustmani Bisa Runtuh?

Kekhafihan Turki Utsmani memiliki daerah kekuasaan mencakup tiga benua, Asia, Afrika dan Eropa

wikipedia.org
ilustrasi kekhalifahan turki utsmani 

TRIBUNBATAM.id - Turki kini tengah jadi perbincangan masyarakat dunia.

Negara yang sebagian daerahnya berada benua Eropa dan benua Asia itu kini tengah menghadapi ancaman kebangkrutan akibat jatuhnya nilai mata uang Lira terhadap dolar AS.

Tapi kembali masa lalu, ternyata Turki merupakan sebuah kerajaan Islam terbesar yang pernah ada di muka bumi yakni Kekhalifahan Turki Ustmani atau Kekaisaran Ottoman.

Dikutip dari intisari-online dari New Zealand History, Kekhalifahan Turki Ustmani (Turki saat ini, red) memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas hingga mencakup sebagian benua Asia, benua Afrika, dan benua Eropa.

Puncak kejayaannya berlangsung pada masa pemerintahan Raja Sulaiman I (1520-1566).

Namun setelah 600 tahun atau 6 abad berdiri, kerajaan Islam terbesar yang pernah ada itu, semakin lemah karena pemertakan internal dan kalah perang melawan bangsa Eropa.

Pada 31 Oktober 1918, antara Kekaisaran Ottoman dan Sekutu telah melakukan genjatan senjata, namun tidak menciptakan stabilitas apapun.

Baca: Kain Tenda dan Sprei, Ternyata Begini Sejarah Pembuatan Bendera Pusaka Jahitan Ibu Fatmawati

Baca: Buku Sejarah Ferrari Ini Dijual Setara 7 Unit Kawasaki Ninja 250

Baca: Melihat Adelaide Cottage yang Penuh Sejarah, Tempat Tingal Baru Pangeran Harry dari Hadiah Sang Ratu

Inggris menguasai Suriah, Palestina dan Mesopotamia (Irak), bahkan pasukan Inggris, Prancis dan Yunani siap untuk berbaris melintasi perbatasan Bulgaria dan menduduki Ottoman dan Konstantinopel.

Hal itu membuat sang khalifah, Sultan Mehmed VI merasa takut karena akan digulingkan.

Sementara pihak sekutu, bagaimanapun tahu bahwa Mehmed VI adalah sultan boneka yang akan digunakan pengaruhnya untuk stabilitas pasca-perang.

Pemerintah Turki Muda, yang ingin menggantikan sistem monarki absolut menjadi monarki konstitusional pimpinan Enver Pasha telah runtuh pada hari-hari menjelang gencatan senjata.

Enver, Kemal Pasha dan Talat Pasha telah melarikan diri dari negaranya untuk mencari perlindungan di Jerman.

Hukum dan ketertiban rusak sepenuhnya di banyak tempat, ketegangan antara etnis dan agama juga meletus menjadi kekerasan.

Sekutu berbaris ke Konstantinopel dengan tujuan menguasai wilayah besar Anatolia.

Pada November 1919, Kekaisaran Ottoman mencoba untuk menghentikan Sekutu.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved