Isu Pelengseran Presiden Amerika Menguat, Pendukung Trump Ancam Bakal Ada Pemberontakan

Presiden Amerika, Donald Trump meyakni keputusan pemakzulan akan menenggelamkan perekonomian terbesar di dunia dan memicu pemberontakan

Isu Pelengseran Presiden Amerika Menguat, Pendukung Trump Ancam Bakal Ada Pemberontakan
Saul Loeb / AFP
Presiden AS Donald Trump 

TRIBUNBATAM.ID, WASHINGTON DC-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi pembicaraan publik mengenai kemungkinan dia bisa diberhentikan dari jabatannya.

Dia meyakini, keputusan pemakzulan akan menenggelamkan perekonomian terbesar di dunia dan memicu pemberontakan.

Trump mengatakan semua orang akan menjadi sangat miskin karena dia telah melakukan kemajuan ekonomi selama memerintah.

Baca: Negara Ini Dulu Kaya Berkat Hasil Minyak Bumi, Kini di Ambang Kebangkrutan: Venezuela

Baca: Gandeng Rusia-China dan Iran, Turki Bersiap Lawan Balik Amerika Serikat

Baca: Inilah 5 Fakta Kasus Pungli SIM yang Menjerat Kapolres Kediri, Segini Setoran Punglinya Per Minggu

Baca: Kisah-kisah Tak Terungkap! Inilah 7 Cerita Paspampres Kawal Presiden RI, dari Soekarno hingga Jokowi

"Jika saya dimakzulkan, saya rasa pasar akan jatuh, dan saya pikir semua orang akan menjadi sangat miskin," kata Trump dalam wawancara acara talk show "Fox and Friends" yang disiarkan pada Kamis (23/8/2018).

"Saya tidak tahu bagaimana Anda bisa memakzulkan seseorang yang telah melakukan pekerjaan hebat," imbuhnya.

CNN mewartakan, Trump mengatakan dalam wawancara itu bahwa dia akan memberikan nilai A+ jika ditanya mengenai kinerja pemerintahan sejauh ini.

"Saya memberi nilai A+. Saya rasa tidak pernah ada presiden yang telah melakukan hal seperti yang saya lakukan," ucapnya.

Presiden AS Donald Trump
Presiden AS Donald Trump (kompas.com)

Juru bicara pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani, menyerukan peringatan keras terhadap isu pemakzulan yang dapat menimbulkan keresahan politik.

"Anda dapat memakzulkan dia karena alasan politik dan rakyat Amerika akan memberontak terhadap hal itu," katanya kepada Sky News.

Pernyataan tersebut muncul setelah kasus dua mantan pembantu Trump, mantan ketua kampanye Paul Manafort dan mantan pengacaranya Michael Cohen, dinyatakan bersalah atas berbagai tuduhan.

Halaman
12
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved