Sambut Olimpiade 2020, Pengusaha Ini Bikin 'Masjid Berjalan'Seharga Rp 14 M. Begini Penampakannya

Pengusaha Jepang ini mengatakan, harga 1 unit masjid berjalan buatannya yang berbentuk truk itu dibanderol 100 juta yen atau sekitar Rp 14 miliar

Sambut Olimpiade 2020, Pengusaha Ini Bikin 'Masjid Berjalan'Seharga Rp 14 M. Begini Penampakannya
KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI
Ilustrasi masjid berjalan buatan pengusaha Jepang 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA-Pengusaha Yasuhara Inoue mengatakan, harga 1 unit masjid berjalan buatannya yang berbentuk truk itu dibanderol 100 juta yen atau sekitar Rp 14 miliar.

Sebab, masjid berjalan ini diklaim dibuat dengan teknologi canggih dan mutakhir asli dari Jepang. "Memang mahal karena semua buatan Jepang, teknologi dan paten Jepang," ujar Yasu, di Hotel Rota, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2018).

Baca: Negara Ini Dulu Kaya Berkat Hasil Minyak Bumi, Kini di Ambang Kebangkrutan: Venezuela

Baca: Inilah 5 Fakta Kasus Pungli SIM yang Menjerat Kapolres Kediri, Segini Setoran Punglinya Per Minggu

Baca: Dilempar Belati hingga Diburu Sniper, Rhoma Irama Blak-blakan Pengalamannya 4 Kali Hampir Dibunuh

Baca: Kisah-kisah Tak Terungkap! Inilah 7 Cerita Paspampres Kawal Presiden RI, dari Soekarno hingga Jokowi

Meski begitu, harga tersebut bisa lebih rendah jika dibuat sesuai dengan alat-alat yang lebih murah.

Ia mengumpamakan, jika mobil ini diproduksi di Indonesia dan memakai alat yang lebih murah, maka kemungkinan harga mobil tersebut dapat turun. "Kalau bisa buat di Indonesia pakai teknologi alat dan ukuran (mobil) lebih kecil, akan lebih murah," tutur Yasu.

Adapun kesulitan menurutnya, selama membuat masjid berjalan tersebut adalah teknologi yang digunakan untuk mengubah dari truk biasa menjadi berbentuk masjid dengan lebar 48 meter persegi.

masjid berjalan

"Kesulitan membuat adalah teknologi sangat sulit. Termasuk memperlebar dalam bentuk masjid. Jadinya seperti di (perubahan) di film transformer," kata dia.

Jika mobil ini ingin diproduksi di Indonesia, ia memberikan syarat agar para pembuat dan pekerjanya harus belajar teknologi ke Jepang untuk memahamai.

"Misal dibuat di Indonesia bukan masalah teknologi, tapi software, SDM-nya harus ke Jepang karena memang sulit, harus belajar di sana," imbuh dia.

Mobil tersebut saat ini masih menggunakan bahan bakar bensin. Namun, Yasu sedang mengupayakan agar sesegera mungkin bisa memakai energi listrik. Mobil spesial ini dirancang khusus menyambut olimpiade Tokyo, Jepang tahun 2020. (*)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Dibuat dengan Teknologi Canggih, "Masjid Berjalan" Dibanderol Rp 14 Miliar/Unit

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help