Polda Kepri Ekspos Kasus TKI Ilegal di Galang, Tersangka Patok Upah Rp 1,8 Juta per Orang

Polda Kepri menetapkan dua tersangka dalam kasus penyelundupan TKI ilegal di Galang, Batam

Polda Kepri Ekspos Kasus TKI Ilegal di Galang, Tersangka Patok Upah Rp 1,8 Juta per Orang
tribunbatam/endra kaputra
Suasana ekspos kasus TKI ilegal Galang di Mapolda Kepri, Rabu (5/9/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Polda Kepri menetapkan dua tersangka dalam kasus penyelundupan TKI ilegal di Galang, Batam.

Direktur Ditreskrimum Kombes Pol Hernowo memimpin langsung ekspos didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Erlangga dan Kasubdit lV, AKBP Suyanto di Mapolda Kepri, Rabu (5/9/2018).

Kedua tersangka berinisial Y dan K. Penetapan berdasarkan hasil gelar perkara. Kata Hernowo, Y bertugas membawa para TKI ilegal menggunakan satu mobil Avanza warna abu-abu bernomor BP 1046 JQ.

Baca: Hampir Sebulan Berdinas di Kepri, Kapolda Mengaku Kepincut Kuliner Khas Melayu

Baca: Inilah 5 Tentara Terkuat yang Pernah Ada di Dunia, Tentara Mongol dan Turki Masuk

Baca: Penyakit Asam Urat Dapat Disembuhkan Total? Begini Jawaban Ahlinya

"Sedangkan K ini sebagai pengurus atau pengendalinya. Keduanya juga mengakui telah berulangkali melakukan tindakan pelanggaran ini," sebut Hernowo, saat ekspos.

Hasil pemeriksaan, menurut Hernowo, tersangka K mematok biaya per orang ke Malaysia sebesar Rp 1,8 juta.

Suasana ekspos kasus TKI ilegal Galang di Mapolda Kepri, Rabu (5/9/2018)
Suasana ekspos kasus TKI ilegal Galang di Mapolda Kepri, Rabu (5/9/2018) (tribunbatam/endra kaputra)

"Jadi ada sekitar 17 orang TKI ilegal yang akan berangkat ke Malaysia. 13 orang dari NTB, 1 Jatim dan 3 orang dari Bintan," ungkapnya.

Diceritakannya, pengungkapan ini setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa ada di daerah Pondok Kebun, Galang kegiatan penampungan TKI ilegal.
Setelah dilakukan penyidikan Subdit lV Ditreskrimum dari informasi yang diberikan masyarakat itu ternyata akurat.

"Pada sabtu (1/9/2019). Polisi melakukan pengintaian dari pagi. Sekitar pukul 16.00 satu unit mobil Avanza masuki tempat penampungan TKI tersebut. Dan saat para TKI ini turun dari mobil, anggota langsung menyergap mereka," ujarnya menjelaskan kronologis.

Dari pantai Sembulang, rencananya TKI Ilegal itu akan melintasi menuju ke negeri jiran. Namun kapal penjemputnya sudah mengetahui penangkapan.

"Di mobil juga sudah disiapkan 4 derigen berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang jadi barang bukti. Kita masih melakukan penyelidikan untuk memburu kapal dan pemiliknya," sebutnya.

Adapun barang bukti yang diamankan, satu unit Mobil Avanza Velos BP 1046 JQ, 1 unit HP merek Alcatel, 1 Unit Hp Nokia, 1 Unit Hp samsung, 4 Drum minyak bensin untuk pengisian bahan bakar kapal yg di sita di tepi pantai, 1 unit jangkar kapal yg disita dalam mobil OYON, dan Bording pass tiket pesawat milik TKI Ilegal.

"Seluruh TKI Ilegal ini sudah kami pulangkan. Namun proses hukum dua orang yang mengakomodir mereka, terus kami lanjutkan penyelidikan. Sebab ini juga menjadi salah satu atensi dari pimpinan kami, dan Presiden Kita," tegasnya.

Atas perbuatan kedua tersangka akan dijerat pasal 81 junto pasal 83 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan pekerja migran indinesia di luar negeri. Dan ancaman 10 tahun penjara. (*)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help