Tanjungpinang Terkini

Sebuah Warnet Disinyalir Jadi Markas Komunitas Prostitusi. Ini Penjelasan Kepala Satpol PP

Sebuah Warnet 'Rebel Net' di simpang jalan Tugu Pahlawan dan jalan Sumatera Tanjungpinang diduga menjadi tempat pertemuan anak-anak pelajar.

Sebuah Warnet Disinyalir Jadi Markas Komunitas Prostitusi. Ini Penjelasan Kepala Satpol PP
Tribun Batam
Efendi, Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Sebuah Warnet 'Rebel Net' di simpang jalan Tugu Pahlawan dan jalan Sumatera Tanjungpinang diduga menjadi tempat pertemuan anak-anak pelajar.

Bahkan di tempat ini, mereka sampai melakukan hal-hal yang terarah kepada tindakan asusila.
Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang, Efendi mengatakan tempat tersebut sering dijadikan tempat komunitas prostitusi perkumpulan anak muda.

Baca: Didatangi Petugas Razia Warnet, Pria di Batam Ini Justru Minta Agar Tidak Diganggu karena Nanggung

Baca: Kecanduan Warnet Tapi Tak Ada Uang, Pria di Sagulung Ini Nekat Curi Kotak Infak di Masjid

Baca: BREAKING NEWS. Warnet 2 Lantai Terbakar di Kampung Bulang Tanjungpinang

Efendi langsung menerbitkan surat edaran nomor: 300/195/ 6.2. 03/2018 tertanggal 3 September 2018 untuk menindaklanjuti dugaan tersebut.

“Warnet itu sering dijadikan tempat komuditas prostitusi siswa-siswi SMP. Ini berdasarkan laporan masyarakat dan juga temuan dari anggota patroli Satpol PP Tanjungpinang saat melakukan pengawasan pada 27 Agustus 2018 lalu,” kata Efendi kepada TRIBUNBATAM.id, Rabu (5/9/2018) siang.

Di dalam surat tersebut dinyatakan, banyak anak-anak pelajar ditemukan di Warnet ini. Mereka masih mengenakan pakaian seragam sekolah. Bahkan beberapa pelajar ini kedapatan sedang bermesraan.

Efendi menerangkan 'Rebel Net' diduga memiliki konten pornografi. Dugaan tersebut muncul berdasarkan pengakuan siswi yang ditertibkan oleh anggota Satpol PP Tanjungpinang.

“Warnet itu merupakan satu lokasi berkumpul komunitas 'Cucu Mbah'. Di situ mereka bertemu lalu melakukan pesta seks bebas bergantian pasangan di tempat lain,” sebut Efendi.

Kakan Satpol PP Tanjungpinang ini mengaku sedang membahas kasus tersebut. Dia menegaskan, izin Warnet itu bisa dicabut jika memang dipastikan ada praktik asusila di lokasi tersebut. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved