BATAM TERKINI

Rupiah Merosot, Harga Kebutuhan Pokok di Batam Masih Stabil. Ini Alasannya

Merosotnya nilai tukar rupiah hingga tembus Rp 15 ribu per dolarnya belum berdampak signifikan terhadap harga sembako di Batam, kecuali BBM naik

Rupiah Merosot, Harga Kebutuhan Pokok di Batam Masih Stabil. Ini Alasannya
tribunbatam/leo halawa
Suasana Pasar Legenda, Kamis (6/9/2018). Harga sembako belum terdampak merosotnya nilai tukar rupiah 

TRIBUNBATAM.ID, BATAM-Merosotnya nilai tukar rupiah hingga tembus Rp 15 ribu per dolarnya belum berdampak signifikan terhadap harga sembako di Batam.

Pantauan di sejumlah pasar, harga masih stabil. Pedagang berdalih kondisi ini lantaran lantaran masih mengacu harga kulakan sepekan lalu. Saat itu nilai tukar dolar masih di angka Rp 14 ribu.

Baca: Bawaslu Batam Klaim Temukan 10 Ribu Pemilih Ganda di DPT Batam, Begini Penjelasan Nopialdi

Baca: Ada Lowongan Pekerjaan di Muka Kuning, PT Tunaskarya Mencari Pengawas Dormitory. Ini Syaratnya

Baca: Penyakit Asam Urat Dapat Disembuhkan Total? Begini Jawaban Ahlinya

"Sehingga pedagang masih memandang harga masih harga pada level Rp 14 ribu," ungkap Budi, pedagang sembako di Pasar Botania, Kamis (6/9/2018). Senada Sandi, pedagang sembako di Pasar Mega Legendan.

Katanya, kenaikan harga sembako tidak semata lantaran kenaikan nilai tukar rupiah ke dolar. Tapi menurutnya, kenaikan justru akibat kenaikan harga BBM. "Sehingga sewa lapak kami menjadi mahal. Hukum dagang bisanya penjual tidak mau rugi, kecuali kondisi tertentu. Misalnya kualitas barang mulai menurun. Nah, bisa banting harga," sebutnya.

Harga barang kebutuhan seperti cabe merah masih Rp 32 ribu per kilonya, begitu juga bawang merah Rp 27 ribu. Harga bahkan menurut keduanya, bisa berbeda dengan harga di Pasar Induk Jodoh. Harga di sini sebut mereka, lebih murah.

Suasana Pasar Legenda, Kamis (6/9/2018). Harga sembako belum terdampak merosotnya nilai tukar rupiah
Suasana Pasar Legenda, Kamis (6/9/2018). Harga sembako belum terdampak merosotnya nilai tukar rupiah (tribunbatam/leo halawa)

"Karena begitu datang dari Sumatra, Jawa, Kalimantan dan beberapa daerah lainnya sembako maupun sayur mayur dan umbi-umbian langsung ke pasar induk agak lebih. Tapi kalau pedagang di sana menjual kembali ke agen, agen pasti ambil untung," jelas keduanya.

Disperindag Batam juga melihat kondisi serupa. "Kami juga terus memantau pergerakan harga pasar. Dan sampai saat ini, harga pasar kita masih stabil. Tidak ada kenaikan yang signifikan,'' kata Kasi Sarana Distribusi Perdagangan Disperindag Batam, Siti Oktoberia di ruang kerjanya, Kamis. Kendati demikian, dia mengaku khusus harga telur memang ada pergeseran.

"Kemarin satu papan Rp 39 ribu, kadang juga Rp 40 ribu," katanya sembari meyakinkan kondisi itu juga terbilang normal. Kemaren satu papan Rp 39 ribu. Kadangkala juga Rp 40 ribu. Tapi pergeseran cenderung menaik juga tidak signifikan,'' ujar Siti. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved