BPJS Kesehatan Nunggak Rp 6 Miliar, RSUD Ini Terancam Kehabisan Obat

Akibat adanya tunggakan pembayaran dari BPJS Kesehatan, RSUD ini terancam kehabisan obat dan terganggu layanan pada pasien.

BPJS Kesehatan Nunggak Rp 6 Miliar, RSUD Ini Terancam Kehabisan Obat
PIXABAY
Ilustrasi obat 

TRIBUNBATAM.id, NUNUKAN – Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menunggak pembayaran kepada pihak RSUD Kabupaten Nunukan.

Akibatnya, operasional RSUD Nunukan terancam terganggu.

Kepala RSUD Nunukan Dulman mengatakan tunggakan BPJS Kesehatan selama dua bulan terakhir mencapai Rp 6 miliar.

“Klaimnya itu bulan 6 dan bulan 7, itu ada sekitar Rp 6 miliar,” ujarnya, Jumat (7/9/2018).

Menurut Dulman, keterlambatan pembayaran klaim BPJS Kesehatan akan membuat RSUD Nunukan mengalami kesulitan untuk pemenuhan kebutuhan obat-obatan dan kebutuhan lainnya.

Baca: Bahas Negosiasi Perpanjangan Kontrak, PSSI Bakal Temui Agen Luis Milla

Baca: Akibat Sering Menggigit Kuku, Gadis Ini Harus Rela Jarinya Diamputasi

Baca: CPNS 2018 - Pemko Tanjungpinang Rekrut 247 CPNS Baru. Terbanyak Lowongan Guru dan Tenaga Medis

“Dalam satu minggu ini nanti akan kekurangan obat, kekurangan BHP, dan kekurangan regen untuk kebutuhan laboratorium,” imbuhnya.

Defisit anggaran Dihubungi secara terpisah, Kepala Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Nunukan Idham Khalid mengakui jika pihaknya masih menunggak klaim hingga Rp 6 miliar.

Dia menjelaskan, secara global BPJS Kesehatan mengalami defisit anggaran sehingga kendala pembayaran klaim merupakan persoalan nasional.

Sebab pelunasan masih menunggu kucuran dana dari pusat.

"Kami sudah terima klaim dari RSUD, kami verifikasi, tinggal menunggu saja anggaran yang di-drop (pemerintah) pusat, kami komitmen bayar," ujarnya. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPJS Kesehatan Menunggak Bayar Rp 6 Miliar, RSUD Nunukan Terancam Kehabisan Obat"

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help