BATAM TERKINI

PT Nagano Drilube Indonesia Mendadak Tutup, 54 Karyawan Bawa Keluarga 'Kemping' Jaga Aset

PT Nagano Drilube Indonesia mendadak mengumumkan jika perusahaan tersebut tutup. Ini yang dilakukan para pekerja!

PT Nagano Drilube Indonesia Mendadak Tutup, 54 Karyawan Bawa Keluarga 'Kemping' Jaga Aset
TRIBUNBATAM.id/IAN PERTANIAN
PT Nagano Drilube Indonesia 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - PT Nagano Drilube Indonesia mendadak mengumumkan jika perusahaan tersebut tutup terhitung mulai Kamis (6/9/2018) lalu.

Bukan itu saja, sang pemilik perusahaan tiba-tiba menghilang dan tak diketahui di mana keberadaannya.

Jika biasanya tinggal di Harris Batam Centre, sang pemilik yang juga warga negara Jepang tak bisa lagi ditemui.

Hingga saat ini, ada 39 karyawan permanen dan 15 karyawan yang berharap ada kejelasan terkait nasib mereka.

Dan agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, saat ini para karyawan menjaga aset perusahaan agar tak ikutan dibawa kabur.

Baca: Perusahaan di Batamindo Ini Mendadak Tutup dan Pemilik Kabur, Begini Nasib Pekerjanya!

Baca: CPNS 2018 - Bisa Daftar Lewat sscn.bkn.go.id, Pemprov Kepri Siapkan 100 Formasi Untuk Guru

Baca: PT Dynakes Batam Buka Lowongan Untuk Ratusan Pencaker. Cek Syaratnya Disini

"Semua barang masih lengkap, mulai mesin dan juga bahan bahan yang mau diproduksi," kata Sani Leader PT Nagano Drilube Indonesia yang ada di Batamindo log 290.

Sani melanjutkan, agar kecolongan, mereka melakukan pengawasan dan menjaga aset perusahaan.

"Kami tetap menjaga aset perusahaan jangan sampai nanti ownernya ambil aset. Dan saat ini, kita sudah melapor ke Disnaker namun masih menunggu dari Disnaker," kata Sani.

Untuk menjaga aset perusahaan sebanyak 54 karyawan melakukan penjagaan aset.

"Ya kita ini bergantian menjaga asetnya, siang malam,"kata Sani.

Saat ini karyawan masih tetap menunggu di dalam perusahaan, karyawan membawa anak dan keluarga mereka ke perusahaan.

Di dalam perusahaan mereka menggelar tikar untuk tempat tidur bagi tempat karyawan yang ingin tidur. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help