ANMABAS TERKINI

Tabung Elpiji 12 kilogram di Anambas Jadi Sorotan, Ini penyebabnya

Untuk satu trip kapal kargo dari Tanjungpinang itu hanya bisa mengangkut seratus sampai dua ratus tabung saja.

Tabung Elpiji 12 kilogram di Anambas Jadi Sorotan, Ini penyebabnya
Tribun/istimewa
Ilustrasi Tabung gas elpiji 12 kg.

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-Ketersediaan gas elpiji ukuran 12 kilogram menjadi sorotan. Kapal KM Caraka Jaya Niaga III (kapal tol laut) yang biasa membawa tabung gas elpiji itu belum bisa mengangkut barang kebutuhan masyarakat karena izin angkutan barang berbahaya belum diperpanjang oleh PT Pelni.

Afrizal, salah seorang agen gas elpiji yang ada di Tarempa mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan gas elpiji, pihaknya terpaksa mendatangkan dari Tanjungpinang menggunakan kapal kargo meski dengan jumlah yang terbatas.

"Untuk satu trip kapal kargo dari Tanjungpinang itu hanya bisa mengangkut seratus sampai dua ratus tabung saja. Sementara, kebutuhan gas di anambas bisa mencapai dua ribu tabung. Ini belum lagi dengan musim angin utara yang biasa terjadi setiap akhir tahun dimana kapal kargo ini tidak diperbolehkan berlayar," ujarnya, Jumat (14/9/2018).

Baca: Dua Pria Leluasa Kuras Rekening ATM Setelah Korban Kehilangan Dompet. Tidak Lama Ini yang Terjadi

Baca: Bersaing Ketat di Klasemen Liga 1, Madura United Patahkan Rekor Persib dan Arema FC Dalam Hal Ini

Baca: Belasan Wartawan di Karimun Mengikuti Ujian Kompetensi . Ini Bunyi Pesan Bupati ke Wartawan

Dia menambahkan, sulitnya untuk mendapatkan gas elpiji sudah dialami sejak satu bulan terakhir. Tidak hanya di Anambas, sulitnya untuk memperoleh tabung gas elpiji ukurang 12 kilogram ini, diketahui juga dialami oleh masyarakat di Kabupaten Natuna.

Pemerintah Daerah pun, diketahui telah mengirim surat kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan Republik Indonesia pada 31 Agustus 2018 kemarin.

Hal serupa, menurutnya juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna. Ia cukup khawatir keresahan masyarakat akan terus meningkat apabila dalam trip tol laut ini tidak juga membawa tabung gas.

"Yang kami khawatirkan seperti itu. Kalau sampai tidak membawa juga pada Sabtu (22/9/2018) mendatang, saya khawatir masyarakat semakin resah. Saat ini saja. masyarakat sudah banyak yang bertanya akan tabung gas ini. Kami berharap juga, hal ini dapat segera direspon oleh Pemerintah Pusat melalui Kementrian terkait," katanya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved