Mantan PM Malaysia Najib Razak Hadapi 25 Dakwaan Skandal 1MDB Rp 9,3 Triliun, Ini Rinciannya

Najib Razak mendapat empat dakwaan penyalahgunaan kewenangan serta 21 dakwaan skandal 1MDB yang nilainya RM2,3 miliar atau sekitar Rp 8 triliun

Mantan PM Malaysia Najib Razak Hadapi 25 Dakwaan Skandal 1MDB Rp 9,3 Triliun, Ini Rinciannya
The Star
Mantan PM Malaysia Najib Razak melambai kepada wartawan menjelang sidang dakwaan korupsi dan pencucian uang skandal 1MDB di pengadilan Kuala Lumpur, Kamis (20/9/2018). 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Bekas Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kembali menghadapio dakwaan terkait skandal 1MDB di Pengadilan Kuala Lumpur, Kamis (20/9/2018).

Najib Razak mendapat empat dakwaan penyalahgunaan kewenangan serta 21 dakwaan skandal 1MDB yang nilainya mencapai RM2,3 miliar atau sekitar Rp 8 triliun.

Najib Razak membantah bersalah atas semua dakwaan yang dibacakan jaksa negara di depan hakim Azura Alwi yang memimpin persidangan.

Seperti dilansir TRIBUNBATAM.id dari media Malaysia, Berita Harian dan The Star, Najib Razak didakwa menyalahgunakan wewenang dalam kedudukannya sebagai Perdana Menteri, Menteri Keuangan, Penasihat 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) dan memanfaatkan jabatannya tersebut untuk memperkaya diri sendiri.

Baca: Najib Razak Ditahan, Langsung Dituntut Kamis Besok

Baca: Mantan PM Malaysia, Najib Razak Dijerat 21 Tuduhan Baru Terkait Kasus 1MDB Senilai Rp 9,3 Triliun

Baca: Bantah Korupsi, Mantan PM Malaysia Najib Razak Rilis Dokumen Bukti $100 Juta dari Royalti Saudi

Empat dakwaan penyalahgunaan wewenang tersebut adalah menerima dana perusahaan ke rekening pribadinya, yakni:

1. Mendapatkan suap sebesar RM60,629 juta atau Rp 210 juta di rekening pribadi AmIslamic Bank Berhad, Cawangan Jalan Raja Chulan Kuala Lumpur, antara 24 Februari 2011 dan 14 Jun 2011.

2. menerima suap RM90,899 juta atau sekitar cRp 318 miliar di rekening yang sama antara 31 Oktober 2012 dan 20 November 2012.

3-4. Mendapat uang suap dalam periode tertentu yang totalnya sebanyak RM2,081 miliar (Rp 7,2 triliun) dan RM49,9 juta (Rp 174,6 miliar)

Dana perusahaan investasi tersebut masuk ke rekening Najib Razak antara 22 Maret 2013 hingga 10 April 2013 serta antara 23 Juni 2014 hingga 19 Desember 2014.

Jika dakwaaqn ini terbukti, Najib Razak terancam penjara maksimal 20 tahun dan denda lima kali lipat dari jumlah uang suap.

Halaman
12
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help