Anambas Terkini

Lahan Olahraga Sekolah Terbatas, SMAN 1 Palmatak Terpaksa Numpang Lapangan

Pelajar di SMAN 1 Palmatak terpaksa menumpang ke lapangan masyarakat untuk melasanakan olahraga

Lahan Olahraga Sekolah Terbatas, SMAN 1 Palmatak Terpaksa Numpang Lapangan
Tribun/Dokumentasi SMPN 1 Palmatak
Ilustrasi. Pelajar SMPN 1 Palmatak bersama warga Desa Ladan Kecamatan Palmatak saat membersihkan sampah rumah tangga yang menggenang di laut. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Pelajar di SMAN 1 Palmatak terpaksa menumpang ke lapangan masyarakat untuk melasanakan olahraga. Ini dikarenakan keterbatasan lahan yang dimiliki oleh sekolah dengan luas kurang dari satu Hektare.

Dwi Nenengsi Kepala Sekolah kepada sejumlah awak media mengatakan, lapangan yang terlalu dekat dengan ruang belajar menjadi salahsatu sebab pelajar harus menumpang ke lapangan milik masyarakat, seperti untuk melakukan aktivitas voli maupun sepakbola.

Baca: Uang Calon Penumpang Pesawat Belum Dikembalikan. DPRD Akan Panggil Managemen Xpress Air

Baca: Penumpang Kapal KMP Satria Pratama Sempat Kaget Saat Kapal Tiba-tiba Tak Bergerak

Baca: Anggota Basarnas Sebut Kapal KMP Satria Pratama Kandas Karena Air Surut, Penumpang Sudah Dievakuasi

"Lapangan yang ada di sekolah tidak bisa digunakan secara maksimal. Karena terlalu dekat dengan ruang belajar, maka untuk kegiatan olahraga siswa dilakukan di lapangan di luar sekolah," ujarnya Senin (24/9/2018).

Tidak hanya ketersediaan lapangan untuk kegiatan sarana dan prasarana olahraga, lahan sekolah yang minim itu juga berimbas pada ketersediaan lahan parkir. Menyiasati hal ini, kendaraan roda dua milik siswa dan tenaga pengajar terpaksa di parkir di depan ruang kelas.

Saat ini, terdapat lima belas ruang belajar dengan jumlah pelajar mencapai 426 orang. Adapun untuk tenaga pengajar yang ada di sekolah tersebut mencapai empat puluh orang yang terdiri dari empt belas orang tenaga pengajar berstatus Pegawai Negeri Sipil serta dibantu Guru Tidak Tetap dan tenaga honor.

"Selain minimnya lahan parkir Sekolah ini juga belum memilki Mushola. Memang ada masyarakat yang menghibahkan lahannya untuk sekolah. Proposal untuk pembangunan musala pun, sebelumnya sudah disampaikan ke Bapak Gubernur Kepri saat beliau melaksanakan kunjungan ke Anambas," bebernya.

Ia mengatakan, dukungan dari DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas untuk merealisasikan pembangunan musala sempat coba dilakukan. Hanya saja, peralihan kewenangan SMA/sederajat yang telah berpindah ke Provinsi Kepri menjadi kendala untuk merealisasikan hal tersebut.

Meski dengan segala keterbatasan, namun sekolah ini mewakili Provinsi Kepri untuk mengikuti lomba Adiwiyata pada tingkat nasional.

"Mudah-mudahan, pembangunan musala di sekolah kami bisa terealisasi pada tahun 2019 mendatang," ungkapnya.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved