Konflik Tembok Tutup Rumah Tetangga di Jombang, Seger Siap Bongkar Tembok Asal Syarat Ini Dipenuhi

Seger (61), warga Jombang, pemilik tembok pagar yang menutup akses keluar masuk rumah tetangganya, menyatakan bersedia membongkar tembok.

Konflik Tembok Tutup Rumah Tetangga di Jombang, Seger Siap Bongkar Tembok Asal Syarat Ini Dipenuhi
KOMPAS.com/Moh. Syafii
Tembok yang dibangun tetangganya di depan rumah, membuat Siti Khotijah, warga Desa Sudimoro, Megaluh, Jombang, Jawa Timur, tidak memiliki akses untuk keluar masuk rumahnya. 

TRIBUNBATAM.id, JOMBANG - Seger (61), warga Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pemilik tembok pagar pekarangan yang menutup akses keluar masuk rumah tetangganya, menyatakan bersedia membongkar tembok pembatas yang ia bangun.

Namun, petani dua anak itu mengajukan syarat kepada Siti Khotijah, pemilik rumah.

"Kalau saya mau dibuka, satu pintu supaya bisa masuk. Tapi ada syaratnya," kata Seger, Selasa (25/9/2018).

Syarat yang diajukan Seger yakni meminta agar Siti Khotijah dan keluarganya berhenti mengolok-olok ia ataupun keluarganya.

Hal itu terutama terkait klaim kepemilikan lahan yang kini dibatasi tembok oleh Seger.

Baca: Dipicu Air Cucian Motor, Warga Jombang Tembok Akses Jalan Masuk Rumah Tetangganya

Baca: Kesal saat Bertengkar, Wanita Ini Gigit Lidah Suaminya hingga Putus

Baca: Syahrini Berduka, Kakaknya Meninggal Dunia Tersengat Listrik Tegangan Tinggi. Begini Kronologinya!

Syarat kedua, Seger meminta agar batu fondasi yang menyulitkan gerobaknya masuk ke pekarangannya dibongkar keluarga Siti Khotijah.

Batu pondasi itu berada di samping depan rumah Sri Utami, kakak dari Siti Khotijah. "Tidak boleh mengolok-olok saya.Terus, saya minta lagi, yang menyulitkan gerobak saya masuk dibongkar. (Pojok rumah) Itu kan dipandesi (diberi batu pondasi).Itu permintaan saya. Kalau setuju ya buat perjanjian" katanya.

Rumah Seger menuturkan, selama ini dia kesulitan membawa gerobaknya masuk ke pekarangan rumah karena terhalang batu fondasi di pojok depan bagian kiri rumah Sri Utami.

Jika tetangganya itu bersedia membongkar, Seger juga akan membongkar tembok yang dia bangun.

"(Kalau tidak setuju) tidak bisa dibuka.Jadi sama-sama, saya ya punya permintaan. Kalau situ minta jalan, saya buka supaya bisa masuk. Saya juga punya permintaan, jalan yang dipandesi watu kumbung (batu kumbung) itu saya minta dibongkar," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help