TANJUNGPINANG TERKINI

Hariadi Tersangka Dugaan Korupsi Pelabuhan Dompak, Kini Berstatus Terperiksa Kasus Lainnya

Dulu pernah ditangani Kejati terus diserahkan ke Kejari Tanjungpinang. Kalau sekarang diserahkan ke Kejati lagi kayaknya belum.

Hariadi Tersangka Dugaan Korupsi Pelabuhan Dompak, Kini Berstatus Terperiksa Kasus Lainnya
Pelabuhan Tanjungmoco senilai Rp 117 miliar yang saat ini diselidiki Kejari Tanjungpinang 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Hariadi tersangka dugaan korupsi pembangunan Pelabuhan Dompak, juga menjadi salah satu terperiksa kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang. Hariadi sendiri merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) ketika masih berdinas di KSOP Tanjungpinang.

Namun berbeda kasus yang ditangani Kejari Tanjungpinang. Dimana dia diperiksa oleh Kejari Tanjungpinang atas dugaan korupsi pelabuhan barang Tanjungmoco Dompak. Jumlah juga cukup fantastis proyek tersebut, yakni 117 miliar.

Sementara pembangunan hanya berdiri tiang pancang dan dermaga saja. Hari ini Polres Tanjungpinang telah menetapkan Hariadi sebagai tersangka dengan proyek lain yakni Pelabuhan Internasional Dompak.

Bagaimana kelanjutan kasus tersebut setelah salah satu terperiksa yang dianggap paling berperan telah dijadikan tersangka dengan kasus berbeda.
Kasipidsus Kejari Tanjungpinang Budi Sastera selalu mengelak dan tidak mengetahui ketika ditanya kasus tersebut.

"Saya belum tahu. Nanti dicek dulu," kata Budi Sastera belum lama ini.

Ia mengaku kepada wartawan belum menerima pelimpahan berkas perkara penyelidikan dari Kasipidsus sebelumnya dan beranggapan tidak ada pelimpahan dari Kasipidsus sebelumnya yang menangani.

Informasi beredar dilapangan kasus itu ditarik di Kejati Kepri. Sementara itu Fery Tas selaku Asisten tindak pidana khusus Kejati Kepri mengaku kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan di Kejari Tanjungpinang.

"Dulu pernah ditangani Kejati terus diserahkan ke Kejari Tanjungpinang. Kalau sekarang diserahkan ke Kejati lagi kayaknya belum. Masih diproses disana (Kejari Tanjungpinang)," kata Fery Tas.

Baca: Pembunuhan Salsabila - Ibu Salsabila: Ada yang Lihat Anakku Naik Motor, Kapan Bisa Dikebumikan

Baca: Liga 1 Dibekukan Sementara, Persib Bandung Siapkan Uji Coba tapi Belum Tahu Lawan Siapa

Baca: AFC U16, Malaysia Tuan Rumah Paling Buruk di ASEAN

Salah seorang pengusaha Tanjungpinang yang membidangi bisnis pengiriman barang antar pulau menyayakan tidak ada kejelasan kelanjutan kasus tersebut. Karena menurutnya tidak ada kepastian hukum meski perbuatan yang terindikasi kuat terjadi Tindak Pidana korupsi itu sudah didepan mata.

"Saya secara pribadi sangat menyayangkan. Karena pelabuhan Barang itu dulu akan menjadi pelabuhan modern di Tanjungpinang. Sekarang yang terlihat hanya tiang pancang dermaga. Hukum ini harus terus berjalan agar ada kepastian pembangunan itu nanti," ungkap pria yang disapa Hen.

Menurutnya Pelabuhan itu sangat ditunggu. Dengan segala rencana strategis yang tergambar sebagai pelabuhan barang modern itu sempat menjadi angin segar bagi peningkatn ekonomi Tanjungpinang.

"Saya bingung dengan negeri ini," katanya yang mengaku Heran.

Sebelumnya Hariadi tersangka Korupsi Pelabuhan internasional Dompak sempat beberapa kali diperiksa kasus pelabuhan Barang Tanjungmoco Dompak oleh Kejari Tanjungpinang. Saat itu Beny Siswanto selaku Kasipidsus Tanjungpinang yang menjabat sebelumnya begitu yakin ada tindak pidana korupsi.

Dimana dana 117 miliar yang telah dikucurkan oleh APBN melalui kementrian perhubungan dengan 5 tahap dari 2011 hingga 2015. Namun mirisnya tak ada progres pembangunan. Hanya ada dermaga dan tiang pancang saja. Apakah Kejari Tanjungpinang melanjutkan penyelidikan kasus ini?.(wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help