WNA Taiwan Penyelundup Sabu 1,3 Ton Menangis Dengar Tuntutan Mati dari Jaksa

Terdakwa Chen Chin Tun terlihat menangis saat mendengar JPU Dedie Tri Hariyadi membacakan tuntutan hukuman mati.

WNA Taiwan Penyelundup Sabu 1,3 Ton Menangis Dengar Tuntutan Mati dari Jaksa
TRIBUNBATAM.id/EKO SETIAWAN
4 terdakwa pembawa 1,3 ton sabu jalani sidang tuntutan 

TRIBUNBATAM.ID - Empat pelaku pembawa sabu 1,3 ton dengan menggunakan kapal Sun Glory menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan, Selasa (30/10/2018) siang di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Keempat terdakwa, yakni Chen Chung Nan, Chen Chin Tun, Huang Ching An, dan Hsieh Lai Fu. Dalam persidangan yang memakan waktu lebih dari dua jam itu, keempatnya dituntut hukuman mati.

Pantauan Tribun, dalam sidang pembacaan tuntutan itu persidangan juga menggunakan penerjemah. Saat Jaksa Penuntut Umum membacakan tuntutannya, tiga terdakwa tampak tegar dengan mimik yang biasa.

Baca: Hari Ini, 4 Terdakwa Pembawa 1,6 Ton Sabu Jalani Sidang Tuntutan

Baca: Bareskrim Mabes Polri Limpahkan Berkas Sabu 1,6 Ton ke Kejari Batam! Ini Alasan Penyidik!

Baca: Polisi Lakukan Identifikasi Kapal yang Bawa Sabu 1,6 Ton. Ini Dia Bagian-bagian Kapal Diperiksa

Namun berbeda dengan terdakwa Chen Chin Tun. Ia terlihat menangis saat mendengar JPU Dedie Tri Hariyadi membacakan tuntutan hukuman mati.

Usai sidang, penerjemah terdakwa, mengatakan kliennya mengaku sedih dan hancur hatinya saat mendengar tuntutan jaksa.

"Saya sedih mendengar pembacaan tuntutan itu," ujar Chen Chin Tun yang diterjemahkan oleh Herlina.

Saa sidang berlangsung, ia terisak sembari membuka kacamatanya dan menghapus air mata yang berlinang.

Herlina juga menuturkan, selama menjalani persidangan ini, Chen Chin Tun sulit menyampaikan pembelaan termasuk berbicara kepada kuasa hukumnya. Kuasa hukumnya dianggapnya tidak mengerti apa yang ia katakan.

Dalam seidang kemarin, bertindak sebagai JPU Dedie Tri Hariyadi, yang juga Kajari Batam. Sedangkan Hakim Ketua yang memimpin jalannya sidang yakni Muhammad Chandra.

Muhammad Chandra mengatakan sidang berikutnya diagendakan sidang pembelaan. Dalam sidang tersebut nantinya setiap terdakwa diberikan kesempatan untuk mengajukan pembelaan masing-masing. Jadwalnya sidang juga bergantian.

"Setiap tersangka berhak membela dirinya. Silahkan gunaka waktu pembelaan ini," ujar Ketua Majelis Hakim.

Perihal tidakpahaman bahasa, Chandra menyarankan agar Chen Chin Tun menggunakan penerjemah juga saat berkomunikasi dengan pihak yang berkepentingan, tidak hanya saat dalam persidangan.

Penangkapan sabu sebanyak 1,3 ton di atas kapal Sun Glory itu sempat menarik perhatian dunia beberapa bulan lalu. Penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan dari petugas BC Batam dan Mabes Polri. Tak lama kemudian polisi juga menangkap penyelundup sabu dengan berat 1,6 ton.(rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Purwoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved