Bandingkan dengan Ahok, Ahmad Dhani Minta Dituntut Ringan

Tanggal 19 November 2018 musisi Ahmad Dhani akan menjalani sidang tuntutan dari jaksa terkait kasus ujaran kebencian.

Bandingkan dengan Ahok, Ahmad Dhani Minta Dituntut Ringan
ahmad dhani 

TRIBUNBATAM.id - Tanggal 19 November 2018 musisi Ahmad Dhani akan menjalani sidang tuntutan dari jaksa terkait kasus ujaran kebencian.

Kader Partai Gerindra itu pun meminta kepada jaksa penuntut umum agar tidak menuntut dengan tuntutan hukuman lebih tinggi daripada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Saya boleh memohon kepada JPU, Pak Hakim? Saya mohon kepada JPU supaya tuntutannya jangan lebih daripada Ahok," kata Ahmad Dhani. "(Supaya) bisa menginspirasi," kata Dhani.

Seusai persidangan, Ahmad Dhani menyebut kasus Ahok lebih heboh daripada kasusnya.

Sebab, untuk kasus Ahok, banyak orang yang melakukan demonstrasi. Karena itu, Dhani meminta jaksa tak menuntutnya lebih tinggi dari Ahok.

"Saya minta kepada jaksa supaya menuntut saya jangan lebih dari Ahok, karena Ahok lebih berat. Masa Ahok sudah bikin heboh se-Indonesia sampai jutaan orang datang ke Jakarta hanya untuk tuntut Ahok, (lalu) saya dituntut lebih dari Ahok, kan nggak mungkin. Secara logika itu kan menghina logika hukum Indonesia," tutur Dhani.

Ahmad Dhani juga mempertanyakan tidak diberikan izin seorang saksi ahli ITE dari Kemenkominfo. Saksi tersebut harusnya hadir dalam persidangan kemarin.

"Ya, harusnya kita menghadirkan saksi ahli ITE dari Kemenkominfo tapi sampai hari ini Kemenkominfo tidak memberikan izin kepada saksi ahli kita. Kalau ditanya kenapa? Saya juga bertanya-tanya, ada apa?" ujar Dhani.

Padahal, menurut musisi pentolan Dewa 19 itu, kesaksian yang bersangkutan dapat meringankan hingga membebaskan dirinya dari tuduhan dalam kasus ini.

"Kenapa saksi ahli ITE yang menurut kami saksi ini relevan dan bisa meringankan saya. Bahkan mungkin bisa membebaskan dari segala macam tuduhan, tapi faktanya surat izin permohonan kami kepada Kementrian Kominfo untuk menghadirkan saksi ahli yang saat ini, tidak diberikan izin," jelasnya.

Halaman
123
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved