BATAM TERKINI

Ketua Apindo Batam: Kebutuhan Hidup Layak tak Menjadi Pertimbangan Lagi Tentukan UMK

Semenjak PP nomor 78 tahun 2015 terbit, KHL seharusnya tidak menjadi pertimbangan untuk UMK.

Ketua Apindo Batam: Kebutuhan Hidup Layak tak Menjadi Pertimbangan Lagi Tentukan UMK
TRIBUNBATAM/ROMA ULY SIANTURI
Pertemuan Buruh dengan Wali Kota Batam, beberapa waktu lalu. Foto ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Semenjak PP nomor  78 tahun 2015 terbit, KHL seharusnya tidak menjadi pertimbangan untuk UMK. Hal tersebut disampaikan Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid. Kamis (08/11/2018).

"Semenjak PP no 78 tahun 2015, KHL tidak lagi menjadi pertimbangan untuk UMK. Karena seluruh UMK harusnya sudah di atas KHL. Pemerintah harusnya tidak menjadikan KHL untuk pertimbangan, karena UMK sudah dianggap diatas KHL buruh," tegas Rafki kepada TRIBUNBATAM.id.

Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid juga mengingatkan kemampuan perusahaan juga harus menjadi perhatian dalam peningkatan UMK Batam.

"Kemampuan perusahaaan juga harus di perhatikan, kalau mengacu pada KHL,
sejak tahun 2015 UMK sudah diatas KHL, jadi itu sudah tidak tepat. Kalaupun di survey KHL, pastinya nilainya sudah dibawah UMK. Itu sudah tidak relevan kalau menyangkut KHL," pungkas Rafki.

Baca: Rekomendasi Kenaikan UMK Batam 2019, Apindo Sanggup 5 Persen

Baca: Air Rebusan Pembalut Buat Mabuk: Patut Diketahui Ini Kandungan Zat Kimia Pada Pembalut Wanita

Baca: Perampokan Sadis Beraksi di Kota Tanjungpinang. Korban Kaget saat Akan Mandi

Rafki membeberkan survey KHL pada tahun 2015, nilai KHL sudah di bawah UMK pada waktu itu.

"2015 sudah pernah di survey soal KHL, itu seingat saya 2,6-2,8 juta nilai survey KHL. Sementara UMK pada tahun 2015 sudah Rp 3 jutaan.
waktu itu sudah dipastikan bahwa KHL sudah berada di bawah UMK. jadi memang ngga relevan juga kalau alasan KHL," ujarnya.

Apindo juga menilai pertumbuhan ekonomi Kota Batam, masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pertumbuhan ekonomi memang naik, tetapi pada tahun 2016 pertumbuhannya bisa mencapai 5-6 persen, jadi belum seperti sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Batam sekarang juga masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya.

Apindo juga meminta disnaker harusnya lebih mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi yang melambat dengan kenaikan inflasi.

"KHL itu biaya hidup, identik dengan inflasi, naiknya hanya setara inflasi per tahun.
Dari Apindo meminta Disnaker harus melihat kemampuan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi sedang melambat. Jadi seluruh sektor usaha mengalami kesulitan dalam membayar kenaikan upah," tutupnya. (*)

Penulis: Dewangga Rudi Serpara
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved