Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Masih Akan Melemah, Ini Penyebabnya!

Kemarin, kurs tengah mata uang Garuda versi Bank Indonesia (BI) anjlok 0,79% jadi Rp 14.747 per dolar AS dan diprediksi akan berlanjut.

Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Masih Akan Melemah, Ini Penyebabnya!
TRIBUNBATAM.id/Ganjar Witriana
Kurs Rupiah melemah atas Dolar 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali melesat. Senin (12/11/2018) kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,97% ke Rp 14.820 per dolar AS.

Kurs tengah mata uang Garuda versi Bank Indonesia (BI) juga anjlok 0,79% jadi Rp 14.747 per dolar AS.

Indeks dolar AS kembali naik lantaran data ekonomi AS yang dirilis akhir pekan lalu positif.

Misal, Producer Price Index (PPI) AS di Oktober melesat 0,6%. Angka ini lebih baik ketimbang ekspektasi para analis yang hanya 0,2%.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan, rencana kenaikan suku bunga The Federal Reserve bulan depan juga mendorong kurs dolar AS.

Baca: INFO CPNS 2018 - Banyak Formasi Kosong, Kementerian PAN-RB Siapkan 2 Opsi Bagi Peserta Tak Lolos SKD

Baca: Kenalan di Facebook, Gadis Ini Dicabuli 2 Pria Bergiliran dan Ditinggal Begitu Saja

Baca: CPNS 2018 - Banyak Peserta Gagal Lolos SKD, Ada Wilayah dengan Kekosongan Jabatan 90 Persen

"Apalagi masalah perbatasan Irlandia antara Uni Eropa dan Inggris berlanjut hingga Maret 2019," kata dia, Senin (12/11/2018).

Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro menyebut, rupiah juga tertekan sentimen negatif melebarnya defisit transaksi berjalan kuartal III-2018 menjadi 3,37% dari produk domestik bruto (PDB).

"Harga minyak yang kembali naik juga berpengaruh," jelas Satria.

Dia memprediksi rupiah hari ini bergerak di rentang Rp 14.720–Rp 14.820 per dollar AS. Sementara, Ibrahim memperkirakan rupiah akan lanjut melemah hingga data industri China dan penjualan ritel di rilis. Ibrahim memperkirakan kurs rupiah akan bergerak dengan kisaran Rp 14.720–Rp 14.926 per dollar AS. (kontan)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved