Sakit Perut, Dokter Ini Malah Obok-obok Pasiennya, Lalu Diperkosa Dalam Kondisi Setengah Sadar
Perempuan ini mengaku sudah dilecehkan oleh dokter tersebut setelah mengalami sakit perut dan kemudian datang ke klinik tempat dokter itu berpraktek.
TRIBUNBATAM.id, BANGKOK - Seorang dokter berusia 50-an dilaporkan ke polisi oleh pasien wanita berusia 29 tahun di Nakhon, Distrik Muang Sawan, Thailand.
Perempuan ini mengaku sudah dilecehkan oleh dokter tersebut setelah mengalami sakit perut dan kemudian datang ke klinik tempat dokter itu berpraktek.
Wakil kepala polisi setempat, Letnan Kolonel Booncherd Chanmanee, seperti dilansir The Nation mengatakan, dokter yang tidak disebutkan namanya itu sudah hadir di kantor polisi untuk mendengar dua dakwaan, Kamis (15/11/2018) sore.
Baca: Dokter Suntik Bidan Sampai Pingsan Tiga Jam. Yusrizal dan Winda Terlibat Percakapan Tukar Jasa Medis
Baca: Dokter Suntik Bidan Cantik 56 Kali Hingga Pingsan 3 Jam, Ini 7 Fakta Hasil Rekonstruksi
Namun, sang dokter membantah telah melakukan kesalahan dan bersikeras bahwa dia hanya akan menjawab tuduhan di pengadilan.
Polisi saat ini mengumpulkan bukti, termasuk hasil pemeriksaan medis korban di Rumah Sakit Umum Polisi.
Perempuan yang melaporkan sang dokter, dalam keterangannya pada polisi mengatakan, ia sudah dua kali melakukan pemeriksaan ginekologi di klinik tersebut.
Awalnya ia mengalami sakit perut yang cukup parah, kemudian mendatangi klinik tersebut pada 5 September.
Selama pemeriksaan, dia mengatakan, tindakan dokter itu sangat tidak masuk akal karena menggosok-gosokkan alat vitalnya dan mencoba mencium mulutnya.
Wanita ini sempat mendorong dokter itu tiga kali dan setelah itu ia pergi karewn kesal.
Pada 21 September, korban kembali berobat ke klinik tersebut dan menjalani pemeriksaan ginekologi lebih lanjut.
Kali ini, katanya, dokter memasukkan sebuah alat yang dibungkus kondom ke dalam vaginanya sehingga dirinya merasa sangat sakit dan kemudian mati rasa.
Setelah itu, sang dokter memperkosanya selama 15-20 menit dalam kondisi dirinya setengah sadar karena efek bius.
Wanita itu mengatakan bahwa dia merasa terhina oleh pelecehan seksual dan memutuskan untuk melaporkan dokter itu ke polisi.
Pengacara wanita itu, Saranya "Nida" Wangsukcharoen mengatakan, dokter itu sempat menawarkan uang damai terhadap wanita itu sebesar 50 ribu baht atau sekitar Rp 22 juta, namun kliennya menolak.
Wanita itu mengatakan, dia bersumpah untuk menuntaskan kasus ini ke pengadilan karena hal ini menyangkut harga dirinya sebagai seorang wanita dan pasien.