TANJUNGPINANG TERKINI

Terjerat Penyalahgunaan Narkoba, Anggota TNI AU Ini Diberhentikan. Berikut Pesan Danlanud RHF

pemecatan itu berdasarkan keputusan Dinas Militer dengan Akta Putusan Militer 1-03 Padang Nomor: AMKHT/100-K/PM-I-03/AU/X/2018 tanggal 23 Oktober 2018

Terjerat Penyalahgunaan Narkoba, Anggota TNI AU Ini Diberhentikan. Berikut Pesan Danlanud RHF
TRIBUNBATAM.id/WAHIB WAFA
Proses pembehentian Edi Purwanto anggota TNI Angkatan Udara dari Lanud Raja Haji Fisabilillah, akibat penyelahgunaan narkotika 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- Lagi, Pangkalan Udara (Lanud) Raja Haji Fisabilillah (RHF) kembali melakukan pemecatan atau pemberhentian secara tidak hormat kepada seorang prajuritnya.

Pemberhentian ini akibat pelanggaran berat yang dilakukan prajurit tersebut. Dia adalah Serda Edi Purwanto yang resmi tidak lagi berseragam TNI Angkatan udara. Pemberhentian itu digelar pada Jumat (16/11/2018) tepatnya di markas Lanud RHF Tanjungpinang.

Danlanud Raja Haji Fisabilillah Kolonel penerbangan Dadan Gunawan mengatakan pemecatan itu berdasarkan keputusan Dinas Militer dengan Akta Putusan Militer 1-03 Padang Nomor: AMKHT/100-K/PM-I-03/AU/X/2018 tanggal 23 Oktober 2018.

Dari putusan tersebut ternyata sang prajurit ini melakukan pelanggaran pidana penyalahgunaan Narkotika.

"Kita berharap yang bersangkutan untuk memperbaiki diri dan mengambil hikmah," kata Danlanud Kolonel penerbangan Dadan Gunawan dikonfirmasi, Minggu (18/11/2018).

Baca: BNN Kepri Tes Urine Prajurit TNI AU Lanud RHF Tanjungpinang

Baca: Pesawat Gagal Landing di Tanjungpinang, Lanud RHF Langsung Tangani Keadaan Darurat. Ini Kronlogisnya

Baca: Penerimaan Bintara TNI AU di Tanjungpinang, Inilah Tes yang Harus Dilewati 49 Peserta di Lanud

Baca: Peringati HUT ke-73 TNI di Tanjungpinang, Lanud Siapkan Tarian Pemecah Rekor MURI

Ia menyampaikan kejadian ini dapat menjadi contoh bagi para prajurit lainnya untuk tidak ditiru.

Karena apapun itu penyalahgunaan narkoba menjadi sangksi berat kepada para prajurit yang berani menyalahgunakan.

"Dapat menjadi contoh semuanya prajurit agar tidak melakukan hal tersebut yang menyebabkan dapat dikeluarkan dari kedinasan. Ini merupakan bukti nyata bahwa masih adanya pelanggaran hukum yang berakibat dengan pemberhentian dengan tidak hormat," ungkapnya.

Keputusan pemberhentian ini bersifat final setelah melalui proses hukum atas tindak pidana yang dilakukan oleh yang bersangkutan sehingga menghasilkan keputusan yang memiliki kekuatan hukum tetap.

"Pemberhentian tidak dengan hormat seperti ini tentu saja tidak kita kehendaki bersama, jika dilihat dari salah satu aspek dari pembinaan personel yaitu pengadaan personel, "katanya.

Halaman
12
Penulis: Wahib Wafa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved