BATAM TERKINI

Lahannya Ditanami Pohon Pisang & Dituntut Ganti Rugi Rp 2 Miliar, Developer Minta Tolong Tim Terpadu

Tim terpadu Kota Batam melaksanakan penertiban tanaman pisang yang ada di lahan pengembang Rabayu Garden Marina Raya, Tanjungriau Sekupang Batam

Lahannya Ditanami Pohon Pisang & Dituntut Ganti Rugi Rp 2 Miliar, Developer Minta Tolong Tim Terpadu
TRIBUNBATAM.id/IAN PERTANIAN
Tim terpadu Kota Batam melaksanakan penertiban tanaman pisang yang ada di lahan pengembang Rabayu Garden Marina Raya, Tanjungriau Sekupang Batam, Rabu (5/12/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim terpadu Kota Batam melaksanakan penertiban tanaman pisang yang ada di lahan pengembang Rabayu Garden Marina Raya, Tanjungriau Sekupang Batam, Rabu (5/12/2018).

Penertiban dilakukan oleh tim terpadu, karena ada masyarakat yang menanami pohon pisang, di lokasi Perumahan Rabayu Garden yang saat ini sedang dalam pembangunan.

"Kita hanya mendapat perintah untuk melakukan penertiban, karena sesuai aturan yang ada di Indonesia bahwa lahan ini sudah memiliki surat lengkap yang dikeluarkan oleh BP Batam, Pemko Batam," kata Poraem Sinambela, Kepala Seksi Pengamanan, Lingkungan dan Patroli Kota Batam.

Dia mengatakan, kedatangan Tim terpadu atas permintaan pengembang, di mana lahan yang sudah dikeluarkan legalitasnya oleh pemerintah, namun ada masyarakat yang masih menghambat pembangunannya.

"Kalau dari keterangan pemilik lahan dengan semua bukti yang mereka miliki bahwa semua surat lengkap, dan juga sudah melakukan pembayaran ganti rugi terhadap pengelola lahan, namun karena belum ada kesepakatan maka pengelola lahan meminta agar pembangunan dihentikan sampai tuntutan dipenuhi pengembang," kata Poraem.

Baca: Tiket Pesawat dari Hang Nadim Batam ke Berbagai Daerah H-3 Natal Ludes Terjual

Baca: Mulai Januari 2019, BP Batam Layanan Keliling (BLINK) Masuk Mal di Batam. Ini Layanan yang Tersedia

Baca: Lampu Jalan di Batam Mati? Silahkan Laporkan ke Nomor Call Centre Ini

Baca: Hanya Layani Pesanan, Seorang Pelaku Pemalsuan Dokumen di Batam Dibekuk Polisi

Tuntutan pengelola lahan kepada developer adalah agar membayar ganti rugi lahan seluas lima hektar yang dulu digunakan sebagai kebun sebesar Rp 2 miliar.

"Jadi pihak depolover tidak menyanggupi hal tersebut, makanya meminta bantuan tim terpadu, karena pengelola lahan melakukan penghentian pengerjaan dan menanami pohon di lokasi lahan Rabayu yang saat ini sedang dalam pembangunan," kata Poraem.

Dia juga mengatakan tuntutan pengelola lahan tersebut berlaku berlebihan.

"Kalau seperti ini investor bisa kabur semua dari Batam," kata Poraem.

Di tempat yang sama Toni, sebagai ahli waris pengelola lahan tersebut mengatakan mereka hanya menuntut apa yang menjadi hak mereka.

"Lahan ini dulu ditebas dan digunakan oleh orangtua kami, jadi kami hanya berharap diberikan ganti rugi yang setimpal,"kata Toni.

Dia juga mengatakan mereka bukan mau menghambat pembangunan, tetapi karena lahan tersebut sudah lama dikelola oleh orangtua mereka sudah selayaknya mereka mendapatkan ganti rugi.

"Kita bukan mengada-ada atau mengaku-ngaku, atau datang seperti preman, kita hanya meminta hak kita,"kata Toni.

Dia juga menyatakan dari tahun 2015, mereka sudah melakukan negosiasi bahkan sudah beberapa kali melakukan rapat, namun penyelesaiannya sampai saat ini tidak ada.

"Kita hanya menuntut apa yang menjadi hak kita,"kata Toni. (ian)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved