BATAM TERKINI

Dinas Pupera Bandung Barat Gelar Studi Proses Pembangunan IPAL ke BP Batam

Rombongan berjumlah 30 orang dipimpin Kepala Bidang Sanitasi, Anni Roslinati. Kunjungan diterima Kepala Seksi Limbah Domestik BP Batam, Misyar Yunanto

Dinas Pupera Bandung Barat Gelar Studi Proses Pembangunan IPAL ke BP Batam
TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melakukan studi ke kantor BP Batam, Senin (3/12). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima kunjungan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bertempat di Ruang Rapat Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Senin (3/12).

Rombongan berjumlah 30 orang dipimpin Kepala Bidang Sanitasi, Anni Roslinati. Kunjungan diterima Kepala Seksi Limbah Domestik BP Batam, Misyar Yunanto.

Adapun tujuan kunjungan itu, yakni untuk mencari informasi mengenai Sistem dan Pengelolaan Air Minum yang telah dibuat BP Batam.

"Kami ingin belajar dari BP Batam dan melihat langsung serta berdiskusi mengenai pembangunan IPAL yang sedang dilaksanakan BP Batam dan program BP Batam kedepan," kata Anni dalam rilis Humas BP Batam yang diterima Tribun, Kamis (6/12).

Sementara itu, dalam pemaparannya Misyar mengatakan, berdasarkan master plan pembangunan IPAL (INDII-AUSAD tahun 2011) akan dibangun sebanyak 7 lokasi IPAL maupun IPLT di Batam.

Baca: Tipu Warga Batam, 3 WNA dan 1 WNI Dibekuk Polresta Barelang di Jakarta. Begini Modus yang Digunakan

Baca: TERUNGKAP! Pesona Kabupaten Nduga di Papua, Surganya Bagi Peneliti Flora Dan Fauna

Baca: Divonis 6 Tahun, Simak 10 Fakta Persidangan Zumi Zola. Akui Menyuap hingga Menangis saat Sidang

Baca: Seorang Remaja Nyaris Jadi Korban, Ditreskrimum Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 29 TKI Ilegal

Baca: Handphone Wizphone Dijual Seharga Rp 99.000 di Alfamart. Simak Fitur Unggulan Ponsel Google Ini

Saat ini tahap I sedang dalam pelaksanaan pembangunan dan pekerjaan ini merupakan bantuan dari Pemerintah Korea Selatan kepada Pemerintah Indonesia yang didelegasikan kepada BP Batam.

"Batam merupakan daerah kepulauan yang tidak memiliki sumber mata air dari tanah, sehingga kebutuhan air bersih sangat tergantung kepada curah hujan yang di tampung di waduk buatan," kata Misyar.

Ia melanjutkan, BP Batam telah membangun beberapa waduk yang hanya diperuntukan khusus untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Batam. BP Batam menyadari masalah lingkungan sanitasi yang bersih dan sehat, mutlak diperlukan di Kota Batam agar tidak mencemari waduk-waduk yang ada.

Selain membangun 7 waduk air bersih, BP Batam sudah membangun IPAL dengan kapasitas 2.850 m3/hari atau 33 lt/detik pada 1995 beserta jaringan pipa air limbah di wilayah Batam Center.

"Sistem yang diterapkan dalam desain IPAL, yaitu sistem FCR. Solusi pengolahan air limbah lengkap termasuk penghapusan padatan, perawatan biologi atau penghapusan hara, pemisahan fasa, dan perlakuan akhir untuk kualitas reuse (jika diperlukan) untuk pengolahan air limbah di Kota Batam," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved