BATAM TERKINI

Pakaian Suku Laut Ikut Semarakan Batam Internasional Culture Carnival, Bayi Pun Tampil Memukau

pakaian Suku Laut juga dipergakan dalam Batam Internasional Culture Carnival.dua peserta yang mengenakan pakaian Suku Laut itu juta membawa bayi dalam

Penulis: Endra Kaputra |
TRIBUNBATAM.id/ENDRA KAPUTRA
Sejumlah peserta memperkenalkan busana Suku Laut dalam Batam Internasional Culture Carnival 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Batam Internasional Culture Carnival tidak hanya mempekenalkan busana daerah dan mancanegara melalui peragaan peserta di hadapan warga Batam, Minggu (9/12/2018).

Namun dalam ivent setahu sekali itu juga memperkenalkan budaya lokal Kepulauan Riau. Seperti pakaian Suku Laut juga dipergakan dalam Batam Internasional Culture Carnival.

Tidak itu saja dua peserta yang mengenakan pakaian Suku Laut itu juta membawa bayi dalam memperagakan busana yang tampil dalam ivent yang berlangsung di Jalan Sultan Abdurahman, Nagoya Batam.

"Ini dia yang paling menarik para hadirin, peragaan busana suku laut. Dimana inilah yang menajdi salah satu kekayaan budaya dan suku yang ada di Kepri. Dan bayi yang dibawa dengan mengenakan kostum suku laut juga menjadi salah satu peserta termuda Batam Internasional Culture Carnival," kata pemandu acara yang sontak membuat Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menghampiri peserta yang membawa anak bayi tersebut.

Para peserta Batam Internasional Culture Carnival ini pun berjalan dari jalan Sultan Abdurahman sampai menuju Nagoya Citywalk.

Baca: Gabriel, Wisatawan Asal Jerman Takjub Dengan Batam Internasional Culture Carnival

Baca: Tanyakan Vonis Mati Empat Warganya, Konjen China Datangai Kejaksaan Negeri Batam

Baca: Gubernur Teken UMK Karimun 2019. Meski Menolak, FSPMI Minta Pemerintah Awasi Pemberlakuan UMK 2019

Batam Internasional Culture Carnival dibuka oleh Esthy Reko Astuti Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural, Presiden Jember Fashion Carnaval, yang turut dihadiri Wakil Gubernur Kepri, Dinas Pariwisata Kepri, Kepala BP Batam, Ketua Lembaga Adat Melayu Batam, serta tamu undangan lainnya.

Pembukaan acara ini pun ditandai dengan tabuhan kompang.

Parade Batam Internasional Culture Carnival pun dimulai dengan penampilan tarian rampai dan dilanjutkan dengan persembahan drum band dari para Satpam PT Putra Tidar Perkasa (PTP).

Selanjutnya disusul dari perkumpulan Hindu Krisna, serta para peserta dari berbagai negara dan dalam negeri.

Tamu undangan dan penonton juga terliat takjub saat melihat persembahan dari 12 model dengan busana yang didesain oleh Jember Fashion Carnaval.

Tidak hanya itu, masyarakat Batam yang memadati areal sepanjang jalan Nagoya, Lubuk Baja sebagai lokasi acara pun takjub melihat para anak-anak kecil yang ikut menjadi peserta.

Baca: Hasil & Klasemen Akhir Liga 1 2018 - Persija Juara, Mitra Kukar, Sriwijaya FC & PSMS Medan Degradasi

Baca: Link Live Streaming PSM Makassar vs PSMS Medan di Liga 1 2018, Minggu Sore Ini. Kick Off 15.30 WIB

Baca: Resmikan Operasional KEK Galang Batang, Begini Kata Menko Darmin Nasution Soal Impor Indonesia

"Ini dia generasi muda kita yang menjadi cikal bakal meneruskan para kakak-kakaknya. Dengan busana yang sama hanya dengan bentuk yang lebih kecil, anak-anak ini sudah seperti model prefesional," ucap pemandu acara yang langsung mendapat gemuruh tepuk tangan penonton, Minggu (09/12/2018).

Sebelumnya saat jumpa pers bersama awak media. Esthy Reko Astuti menyampaikan, kegiatan sepektakuler ini harus menajdi kalender ivent di Kementerian Pariwisata.

"Sebab ivent seperti ini juga menajdi salah satu upaya untuk mendatangkan wisatawan ke Indonesia khususnya Batam Kepri ini," ujarnya saat jumpa pers di lantai 12 Hotel Nagoyahill yang turut dihadiri Kepala BP Batam.

Kali kedua diadakan Batam Internasional Culture Carnival. Esthy melihat peningkatan yang cukup tinggi dari para peserta.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved