BINTAN TERKINI

Solar Ekstra Realisasi 2015 Raib Misterius, Tiga Bulan Nelayan di Bintan Menganggur

Nelayan di pulau di Bintan pesisir bingung, kuota solar ekstra mereka yang pernah direalisasikan pemerintah pusat pada 2015 lalu sejak tiga bulan bela

Solar Ekstra Realisasi 2015 Raib Misterius, Tiga Bulan Nelayan di Bintan Menganggur
TRIBUNBATAM.id/AMINUDIN
Perahu nelayan di Bintan 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Nelayan di pulau di Bintan pesisir bingung, kuota solar ekstra mereka yang pernah direalisasikan pemerintah pusat pada 2015 lalu sejak tiga bulan belakangan ini pergi entah kemana.

Bagi nelayan, situasi persolaran nelayan saat ini sangat anomali alias aneh. Pertamina mengatakan kuota solar baik baik saja. Tapi di lapangan, nelayan tertatih tatih mencari tambahan solar agar cukup melaut.

Sejumlah pertanyaan mencuat. Kemana gerangan perginya kuota solar ekstra 2 persen yang pernah diperjuangkan mati matian nelayan pada 2014 lalu. Diperjuangkan sampai turun berpanas panas unjuk rasa di jalan demi solar. Tapi kuota itu belakangan seperti menghilang.

Sejumlah nelayan terancam mengangggur berbulan bulan akibat hilangnya pasokan solar mereka. Bahkan sebagian nelayan sudah menganggur gara gara persoalan solar.

Hidup nelayan pun kian terhimpit. Apalagi menjelang akhir tahun, kesulitan nelayan menjadi dobel. Setelah solar, ancaman berikutnya lagi musim angin utara.

Baca: Live Streaming Pelauw Putra vs Persipura Jayapura di Piala Indonesia 2018, Selasa Pukul 15.00 WIB

Baca: Mahasiswa Diharapkan Mampu Peduli Sesama, Perayaan Natal UKMK UPB di GPI Kavling Lama

Baca: Video Detik-detik Pebalap Mohd Hafiz Nor Azzman Tewas Tabrakan dengan Rekan Satu Timnya Saat Balapan

Baca: Dalam Satu Minggu Bupati Bintan Terima Sejumlah Perngahargaan, Inilah Sederet Penghargaannya

Lambaila, salah satu nelayan Kelong, Bintan Pesisir mengaku paling merasakan dampak dari masalah solar. Sejak solar sulit, ia kadang menganggur sebulan lebih di darat menunggu solar untuk kapal cukup. Jika tidak cukup, ia tentu tidak mau nekat turun melaut.

"Sekarang ini kadang kadang sampai satu bulan lebih menunggu minyak (solar). Kalau solar pun sudah ada adanya ini kadang kadang masih tak cukup.

Kami ini, kalau turun ke laut harus dalam stok BBM cukup. Kalau kita tetap paksa berangkat dengan solar seadanya, bahaya, bisa terombang ambing kita di lautan, tidak bisa pulang rumah,"kata Lambaila, nelayan Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Senin (17/12/2018).

Lambaila mengatakan, kebutuhan mereka atas solar harus selalu cukup agar bisa melaut aman. Kebutuhan solar setiap nelayan berbeda beda.

Ambil contoh, kapal tipe 20 GT hingga 25 GT bisa butuh ketersediaan solar 10 hingga 20 drum, tergantung mesin. Solar itu akan dipakai berhari hari bahkan semingguan di laut.

Halaman
12
Penulis: Aminnudin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved