Sudah 12.000 Orang Meninggal Dunia Akibat Narkoba, Ini Kata BNN Kepri

Kepala BNN Provinsi Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan mengungkapkan saat ini ada 24.540 penyalahgunaan narkoba di Kepri.

Sudah 12.000 Orang Meninggal Dunia Akibat Narkoba, Ini Kata BNN Kepri
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Peredaran narkoba kian marak di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, akibat barang haram itu, secara nasional sudah 12 ribu orang meninggal dunia.

"Jadi data ini termasuk besar menurut saya. Hasil ini merupakan hasil yang dihitung BNN secara nasional yang bekerjasama dengan Universitas Indonesia," kata Kepala BNN Provinsi Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan saat sosialisasi di Harmoni One Hotel, Kamis (20/12).

Diakui Richard, peredaran narkoba yang berkembang saat ini ada dua aspek. Aspek pertama adanya demand (permintaan) dan kedua suplai (penyedia).

Selanjutnya, masyarakat masih mengganggap narkoba itu hanya satu sisi negetif saja.

Baca: 2 Bulan Peluit Nyangkut di Tubuh Asep Yaya, Begini Awal Mula & Kronologinya Menurut Sang Ayah

Baca: Manajemen Persib Bandung Sudah Kantongi Satu Nama untuk Calon Pelatih, Luis Milla Kah Orangnya?

Baca: Penemuan Puluhan Puluhan Jenazah Diduga Korban Tsunami di Aceh, Beberapa Dikenali dari KTP di Saku

Baca: BREAKINGNEWS. Simon McMenemy Resmi Ditunjuk PSSI Sebagai Pelatih Timnas Senior Indonesia

Menurut Richard, ada aspek legal dan ilegal yang sifatnya diedarkan gelap. Untuk aspek legal bisa digunakan sesuai peraturan perundang-undangan untuk keperluan medis.

"Yang dilarang ini adalah ilegal. Jadi ada klausal peredaran gelap. Tapi jangan salah artikan, bahwa narkoba itu bila keperluan medis dan melalui perundang-undangan peruntukannya boleh. Tapi di sini kadang kita terkecoh," tambah Richard.

Di Kepri kata Richard, terdata ada 26. 540 penyalahgunaan narkoba. Data ini bisa lebih banyak lagi yang masih belum terdata.

"Negara kita fase darurat narkoba. Makanya, sejak dini dan kalau bisa ada kurikulum buat sekolah soal bahaya narkoba ini," tambahnya. (leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved