BATAM TERKINI
Buntut Tewasnya Seorang Tahanan di Rutan Barelang Batam, Kepala Rutan Bantah Ada Pemukulan
Kepala Rumah Tahanan Batam, Robin, membantah ada pemukulan di dalam Rutan terhadap Jony Bin Tju Tjiau Bun Alias Along, selama menjalani masa tahanan.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Batam, Robin, membantah ada pemukulan di dalam Rutan terhadap Jony Bin Tju Tjiau Bun Alias Along, selama menjalani masa tahanan.
"Kita di Rutan ini, melaksanakan tugas sebaik mungkin, berusaha membuat suasana kondusif, kalau sempat ada pemukulan terhadap salah satu warga binaan, tentu warga binaan lainnya mengetahuinya dan hal itu akan menimbulkan polemik, bisa-bisa terjadi kekacauan,"kata Robin.
Robin, mengatakan keakraban dan ke kompakan bahkan kekeluargaan para warga binaan sangat tinggi, jika ada salah satu warga binaan yang mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan dari petugas pasti temannya, minimal satu kamarnya ikut merasa dan hal itu akan menjadi polemik dan bisa menimbulkan ke kacauan.
"Mungkin bisa dibayangkan saat ini warga binaan dalam satu kamar yang idealnya cuma dihuni enam warga binaan, namun kita paksakan jadi 20 orang, bagaimana mereka di dalam," kata Robin.
Dia mengatakan semua warga binaan merasakan hal yang sama, dan mereka diperlakukan sama.
Baca: Jony Disebut Sakit Diare dan Meninggal Dalam Perjalanan ke Rumah Sakit
Baca: Pengumuman CPNS 2018 Bisa Diunduh di sscn.bkn.go.id, Ini Tahapan Harus Dilalui Peserta Lolos Seleksi
Baca: Dipicu Serempetan Kendaraan, Motif Penembakan Perwira TNI di Jatinegara Mulai Terungkap
Baca: Buaya Naik ke Darat hingga Gulungan Ombak Tinggi, Simak Kesaksian Warga Sejam Sebelum Tsunami Banten
Baca: Sudah Ditangkap, Oknum TNI Penembak Letkol Dono Disebut Menembak Saat Mabuk
"Kita dalam menjalankan tugas tidak bisa membuat perbedaan karena hal itu akan menimbulkan hal-hal negatif dan bisa menimbulkan kekacauan," kata Robin.
Dijelaskan Robin, jika ada satu warga binaan yang merasakan hal yang tidak mengenakkan maka teman satu kamar warga binaan tersebut akan ikut merasakannya.
"Jadi apa yang beredar saat ini bahwa di dalam Rutan terjadi pemukulan terhadap warga binaan apalagi dilakukan oleh petugas jaga hal itu sangat tidak mungkin dan hal itu sangat mustahil, jika hal itu terjadi maka kekacauan pasti terjadi,"kata Robin, menegaskan.
Dia juga mengatakan saat ini penghuni Rutan sebanyak 1007 orang, dan petugas jaga per shift nya hanya 13 orang.
"Jadi bisa kita bayangkan kan, kalau ada petugas yang memukul warga binaan, hal itu kesalahan yang sangat fatal, karena jika warga binaan sempat melawan Rutan ini bisa hancur dibuat para warga binaan," kata Robin.
Dia juga mengatakan jika orangtua Jony warga binaan yang meninggal saat menjalanni hukuman, merasa ada yang tidak beres bisa datang ke Rutan.
Sementara mengenai pemukulan yang dialami oleh Ahai, orangtua Jony di luar Rutan, Robin mengatakan pihak rutan tidak mengetahui hal tersebut.
"Kita dengar dan kita tahu kejadiannya tetapi kejadian itu di luar Rutan bukan di dalam Rutan,"kata Robin.
Dia mengatakan dari Informasi dan CCTv yang ada di dalam ruangan pendaftaran tamu, yang ada di luar Rutan pernah terjadi pemukulan terhadap orangtua yang juga sama sama menunggu antrian pengambilan nomor.
"Kita tidak tahu apa masalahnya dan kita tidak tahu apa penyebabnya. Dan hanya itu yang kita tahu,"kata Robin.
Sementara untuk Jony sendiri berada di dalam Rutan.
"Jadi siapa yang memukul Jony, kan tidak ada. Orang dia (Jony _red) di dalam Rutan,"kata Robin. (ian)