BATAM TERKINI

Warga Kecewa Premium Sering Kosong di SPBU, Dipinggir Jalan Malah Dijual Enceran

"Coba kita lihat di pinggir jalan, bisa dikatakan setiap 50 meter ada penjual bensin eceran, lantas bensin mereka darimana, kok mereka tidak pernah ke

Warga Kecewa Premium Sering Kosong di SPBU, Dipinggir Jalan Malah Dijual Enceran
TRIBUNBATAM.id/IAN PERTANIAN SITANGGANG
Warga sedang mengisi bensin menggunakan jeriken di salah satu SPBU di Batuaji, Jumat (4/1/2019) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Bensin kosong, sedang dalam perjalanan. Tulisan seperti ini sangat sering dijumpai hampir di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di wilayah Batuaji dan Sagulung. Sementara bensin eceran tetap banyak di jalan. Ada apa sebenarnya.

Sebanyak delapan SPBU yang ada di wilayah Sagulung dan Batuaji, setiap hari selalu terjadi kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, sementara bensin di pinggir jalan atau eceran tidak pernah kosong.

Seringnya BBM jenis premium kosong membuat warga sangat kesal. Pasalnya jika membeli di pinggir jalan harganya sangat jauh beda. Hal tersebut membuat warga berharap agar pemerintah benar-benar melakukan pengawasan.

Baca: Beraksi di Lima Lokasi, Polisi Tangkap Kawanan Pencuri. Dua Pelaku Ditembak

Baca: Wajah Baru Stadion Gelora Bung Tomo Markas Persebaya Mirip Stadion Tim Eropa

Baca: Calon Penumpang Resah, Hingga Jumat Sore KM Dorolonda Tidak Kunjung Tiba di Pelabuhan Kijang

Baca: Hari Jadi Tanjungpinang ke 235, Syahrul Bawa OPD Ziarah Makam Leluhur

"Coba kita lihat di pinggir jalan, bisa dikatakan setiap 50 meter ada penjual bensin eceran, lantas bensin mereka darimana, kok mereka tidak pernah kekosongan minyak," kata Ronal, warga Batuaji.

Ronal mengatakan dirinya sering melihat warga mengisi bensin menggunakan jeriken di beberapa SPBU yang ada di Batuaji dan Sagulung.

"Kita memang tidak bisa tegur, apakah mereka punya izin atau tidak, yang kita sesalkan kenapa hanya untuk motor saja tidak ada, berapa sih isi tangki motor," kata Ronal kesal.

Dia berharap pemerintah melakukan pengawasan terhadap SPBU agar tidak lebih mengutamakan pengecer dibanding masyarakat umum.

"Sekarang di setiap SPBU kalau ada bensin pasti antriannya sangat panjang, untuk mengisi bensin motor saja kita bisa menghabiskan waktu sampai 30 menit, jadi kita kesal juga," kata Ronal.(ian)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved