INFO CUACA - BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi di Natuna & Anambas. Begini Prakiraan di Batam

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas l Hang Nadim Batam menyampaikan potensi gelombang tinggi di Perairan Kepri.

INFO CUACA - BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi di Natuna & Anambas. Begini Prakiraan di Batam
TRIBUN BATAM.id
Petugas BMKG monitor perkiraaan cuaca 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas l Hang Nadim Batam menyampaikan potensi gelombang tinggi di Perairan Kepri.

Untuk perairan Bintan/Pinang, potensi gelombang mulai dari 0,1 sampai 1,5 meter. Dengan kecepatan arus laut 40 cm perdetik.

Sedangkan perairan Batam, berkisar mulai 0,1 sampai 0,8 meter, serta kecepatan arus laut 40 cm perdetik.

Selanjutnya, perairan Karimun berpotensi gelombang antara 0,1 sampai maksimal 0,8 meter, dengan arus laut 40 cm perdetik.

Perairan Linga/Dabo Singkep sendiri berpotensi gelombang tinggi 0,1 sampai maksimal 1,2 meter, serta kecepatan arus laut 20 cm perdetik.

Berpotensi tinggi gelombang terlihat di perairan Natuna, mulai dari 0,3 sampai 3,0 meter, dengan kecepatan arus laut 40 cm perdetik.

Baca: Kisah Dewi Ular Dari Bali, Pernah Tidak Ingin Bangun Usai Tidur Dengan Ular

Baca: Begini Aksi Agnez Mo Bikin Vlog Bareng Presiden Jokowi

Baca: Info Zodiak, 12 Januari 2019, Capricorn Semangat Bantu Teman, Sagitarius Lagi Beruntung

Anambas sendiri juga terlihat berpotensi gelombang tinggi, mulai dari 0,5 sampai 2,0 meter, dengan kecepatan arus laut 35 cm perdetik.

BMKG pun memberikan peringatan, terhadap angin kencang di wilayah perairan Natuna dan Anambas.

Bagi transportasi laut dan aktivitas kelautan pun diimbau untuk berhati-hati terhadap ketinggian gelombang laut yang tinggi di wilayah perairan tersebut.

Secara umum untuk kondisi cuaca dalam prakiraan, cerah berawan hingga berawan dan berpotensi terjadi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Namun, kondisi ini masih kondusif untuk aktivitas transportasi darat maupun udara.

Hal ini terjadi disebabkan, adanya Edy (pusaran angin tertutup) di sekitar barat Pulau Kalimantan menyebabkan terbentuknya belokan angin di sekitar wilayah Kepulauan Riau sehingga terjadi perlambatan massa udara yang mendukung untuk pertumbuhan awan-awan. (dra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved