Sering Erupsi, Setengah Gunung Anak Krakatau Hilang, Keluarkan Air Berwarna Oranye

Setelah mengalami erupsi berkali-kali, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami perubahan yang cukup drastis, mengeluarkan cairan oranye

Sering Erupsi, Setengah Gunung Anak Krakatau Hilang, Keluarkan Air Berwarna Oranye
Twitter James Reynolds, @EarthUncut
Kondisi Gunung Anak Krakatau terkini, keluarkan cairan berwarna oranye dan ketinggiannya menyusut 

TRIBUNBATAM.id, BANDUNG - Setelah mengalami erupsi berkali-kali, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami perubahan yang cukup drastis.

Setengah bagian Gunung Anak Krakatau saat ini hlang dan gunung itu kini mengeluarkan cairan warna oranye yang meluber ke laut.

Kini, tinggi Gunung Anak Krakatau saat ini 110 meter dari permukaan air laut, jauh menyusut dari sebelumnya, 338 meter.

Gunung Anak Krakatau yang sangat aktif, beberapa waktu lalu menimbulkan tsunami di wilayah Banten dan Lampung, diduga akibat longsoran bawah laut.

Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM Antonius Ratdomopurbo menyatakan, berkurangnya ketinggian Gunung Anak Krakatau disebabkan proses pembentukan tubuh gunung api yang disertai erupsi.

Hal ini pun dibenarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG).

Selain berkurangnyanya ketinggian, Gunung Anak Krakatau juga diperkirakan kehilangan volume 150 sampai 180 juta meter kubik dan tinggal menyisakan 40 sampai 70 juta meter kubik.

"Berdasarkan analisis visual pada Jumat (28/12/2018) pukul 14.18 WIB, sudah dikonfirmasi Gunung Anak Krakatau yang tinggi semula 338 meter sekarang tinggal 110 meter," tulis PVMBG.

Hal ini membuat posisi puncak Gunung Anak Krakatau lebih rendah dibanding Pulau Sertung yang ada di Selat Sunda.

Pulau Sertung berada di ketinggian 182 meter sementara Pulau Panjang ada di ketinggian 132 meter di atas permukaan laut.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved