BATAM TERKINI

FTZ Batam Segera Diubah Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Sehingga Pasar Batam Bisa Dijual untuk Domestik

Pasar industri Batam ke depan akan disiapkan tidak hanya untuk melayani pasar luar negeri (ekspor), tetapi juga untuk pasar domestik.

FTZ  Batam Segera Diubah Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Sehingga Pasar Batam Bisa Dijual untuk Domestik
Tribun Batam/HO
Menko Perekonomian Darmin Nasution memimpin rapat koordinasi dengan sejumlahx asosiasi pengusaha terkait pro-kontra FTZ dan KEK di Jakarta, Selasa (31/7/2018). Batam ke depan akan dikaji dan dijadikan sebagai KEK 

Pasar industri Batam ke depan akan disiapkan tidak hanya untuk melayani pasar luar negeri (ekspor), tetapi juga untuk kebutuhan pasar domestik.

TRIBUNBATAM.id,BATAM - Pasar industri Batam ke depan akan disiapkan tidak hanya untuk melayani pasar luar negeri (ekspor), tetapi juga untuk pasar domestik. Mengingat saat ini ada 262 juta lebih konsumen dalam negeri. Karena itu, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady berharap, Batam juga bisa berkontribusi untuk pasar domestik.

"Terutama substitusi impor. Itulah makanya ada konsep KEK (kawasan ekonomi khusus), supaya pengusaha bisa menjual ke dalam negeri dengan berbagai fasilitas yang diberikan," kata Edy, Selasa (15/1/2019).

Rencana menjadikan pasar industri Batam untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik ini, lanjutnya, termasuk dalam reorientasi Batam dan revitalisasi BP Batam ke depan. Karena itu, ke depan status Batam dari Free Trade Zone (FTZ) akan segera diubah menjadi KEK.

Tak Perlu Resah FTZ atau KEK ,Airlangga Dorong Pengusaha Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Pergi Cantik, Pulang Penuh Keringat & Lapar. Simak Perjuangan Para Pemburu Kerja di Muka Kuning

Bursa Transfer Liga 1 2019 - PSS Sleman Dapat 2 Bintang, Nasib Cristian Gonzales Justru Digantung

Hasil Malaysia Master 2019 - 21 Wakil Indonesia Bertanding, 5 Ganda Putri Sapu Bersih Kemenangan

"Yang kedua, orientasinya untuk ekspor dengan global value chain. Artinya semua barang dari luar ditempatkan di Batam, kemudian diekspor lagi," ujarnya.

Tak hanya itu, Edy mengatakan Batam akan disiapkan untuk sektor logistik. Program di kepemimpinan sebelumnya, Lukita Dinarsyah Tuwo terkait pengembangan Bandara Hang Nadim dan pelabuhan Batuampar akan tetap dilanjutkan.

Malah, kedua proyek ini termasuk dalam fokus kerjanya selama masa transisi. Edy akan melaporkan setiap perkembangannya.

"Penekanannya ke jasa cargo. Jadi orang dari Surabaya mau kirim barang ke Eropa dikumpulkan dulu di Batam, kemudian diangkut dengan pesawat yang besar," kata Edy.

Begitu juga dengan pelabuhan Batuampar, akan dijadikan pusat hub angkutan laut. Dikatakan cost logistik saat ini masih tinggi.

"Karena itu, bagaimana meningkatkan volume barang biar kapal tak kosong. Makanya harus ada jaringan. Kita sudah lakukan host to host, kerjasama dengan operator," ujarnya.

Orientasi lainnya, berkaitan dengan jasa wisata. Edy mengatakan, perlu dicari kegiatan-kegiatan atraktif di Batam, yang bisa dijual kepada wisatawan. "Misalnya balap sepeda. Jadi orang punya agenda setiap tahun mau ngapain ke Batam," kata Edy.

Termasuk juga dengan jasa kesehatan dan jasa pendidikan. Tugasnya selama menjabat sebagai Kepala BP Batam, adalah menyiapkan rencana kerja terkait beberapa orientasi Batam ke depan ini, disamping tugas-tugas lainnya.

"Program saya hanya memberikan starting poin. Jadi ketika ex officio dijalankan, pimpinannya bisa mengembangkan Batam sebagai alat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional," ujarnya. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved