BINTAN TERKINI

Rapat Paripurna di DPRD Bintan Hari Ini Banjir Interupsi Hingga Kemudian Diskor Satu Jam. Ada Apa?

Mulai dengan hujan instruksi sampai akhirnya rapat kemudian diskors selama sejam oleh ketua DPRD Bintan Nesar Ahmad

Rapat Paripurna di DPRD Bintan Hari Ini Banjir Interupsi Hingga Kemudian Diskor Satu Jam. Ada Apa?
TRIBUNBATAM.id/AMINNUDIN
Suasana Rapat Paripurna DPRD Bintan, Selasa (22/1/2019). Rapat diskors selama sejam. 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Rapat paripurna di DPRD Bintan kali ini tiba tiba berbeda dengan rapat rapat sebelumnya.

Rapat Selasa (22/1/2019) tersebut diwarnai dengan kehebohan.

Mulai dengan hujan instruksi sampai akhirnya rapat kemudian diskors selama sejam oleh ketua DPRD Bintan Nesar Ahmad.

Amatan Tribun, sejumlah tamu undangan yang baru beberapa menit duduk di kursi yang sudah disediakan kini pada keluar dan duduk meluber di depan pintu masuk ruang rapat paripurna.

Beberapa di antaranya tidak ditahu pergi entah kemana. Ada yang malah pulang.

"Rapat diskor sejam, jadi duduk-duduk dulu di sini,"kata seorang tamu.

Soal Pemilik Mobil Mewah dalam Kontainer yang Diungkap Lantamal IV? Ini Kata Kadispen Lantamal lV

KNPI Berharap Badan Narkotika Nasional Kabupaten Anambas Segera Dibentuk. Ini Tujuannya

Rincian Tarif Bagasi Berbayar Lion Air dan Wings Air Mulai Berlaku Selasa 22 Januari 2019

Mulai Hari Ini Bagasi Lion Air Bayar. Adis: Bagasi Saya 19 Kg, Kena Rp 1 Jutaan. Gila, Mahal Kali!

Rapat Paripurna DPRD Bintan tersebut seyogyanya mengambil sumpah atau janji pergantian antar waktu DPRD Bintan atas nama Arif Jumana, mantan anggota DPRD Bintan dari fraksi PAN yang dipecat karena tersandung pidana.

Arif Jumana sendiri selaku yang di-PAW tidak muncul di DPRD Bintan.

Hesty Gustrian, Ketua Fraksi PAN sebelum ketua DPRD Bintan menskor rapat sempat mengajukan instruksi.

Intinya, ia keberatan dengan adanya skor rapat selama sejam tersebut.

Menurutnya rapat seharusnya tetap bisa berjalan karena paripurnanya berupa pengunguman PAW.

"Saya keberatan rapat ini harus diskor karena alasan tidak kuorum. Tidak kuorum pun rapat ini menurut saya mestinya tetap harus dilanjutkan. Kita lihat PP 12 Pasal 97 itu, paripurna itu tidak seperti dulu lagi. Ini kan PP terbaru. Paripurna itu kan ada dua, paripurna pengambilan keputusan dan paripurna pengumuman. Ini paripurna pengumuman, yang mana tidak kuorum pun tidak apa apa,"kata Hesty. (Min)

Penulis: Aminnudin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved