BATAM TERKINI

Tak Bisa Menindak Siswa Bawa Motor, Dinas Pendidikan Minta Orangtua Antar Anak ke Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Batam mengaku sulit menindak siswa yang menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah dan meminta orangtua untuk mengantar anaknya

Tak Bisa Menindak Siswa Bawa Motor, Dinas Pendidikan Minta Orangtua Antar Anak ke Sekolah
TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan 

Tak Bisa Menindak Siswa Bawa Motor, Dinas Pendidikan Minta Orangtua Antar Anak ke Sekolah

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan mengungkapkan saat ini pihaknya mengaku sulit untuk menindak siswa yang masih menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah.

Sejauh ini, pihaknya hanya bisa mengimbau orangtua murid agar mengawasi anaknya agar tidak membawa kendaraan ke sekolah.

Sebab, dalam Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas pasal 77 ayat 1 diungkapkan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan kendaraan yang dikemudikan.

Pada pasal 81, untuk mendapatkan SIM setiap orang harus memenuhi beberapa syarat.

Salah satunya usia untuk SIM A, C dan D minimal 17 tahun, 20 tahun untuk SIM B I dan 21 tahun untuk SIM B II.

Apabila belum memiliki SIM, pengendara motor bisa dikenali pasal 281 yang berbunyi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak memiliki SIM dapat dikenakan pidana kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta.

Tak Ingin Gegabah, Ini Rencana Bea Cukai Untuk Tangani Kasus Penyelundupan 3 Mobil Mewah di Batam

TRIBUNWIKI - Tak Hanya Rupiah, Warga Kepulauan Riau Ternyata Pernah Miliki Mata Uang Khusus

Di Pinggir Jalan & Mirip Gudang Biasa, Ternyata di Gudang Ini 3 Mobil Mewah Asal Singapura Disimpan

TEREKAM VIDEO, Sempat Berduel Saling Membelit, Seekor Ular King Cobra Akhirnya Telan Ular Piton

NGERI! Ular King Cobra Sepanjang 6 Meter Masuk Rumah, Penduduk Tak Berani Menangkap. Lihat Videonya

Apabila dari kegiatan berkendara tersebut mengakibatkan kecelakaan dan jatuh korban di pihak orang lain, pengendara anak-anak ini dapat dikenai beberapa pasal. Seperti pada pasal 310 ayat 1 sampai 4 yang mengatur denda dan kurungan apabila menyebabkan korban luka ringan, berat sampai meninggal dunia.

Denda mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 12 juta serta ancaman kurungan dari enam bulan sampai enam tahun.

Mengenai hal tersebut, Kadisdik Batam Hendri Arulan, mengakui sampai saat ini pihaknya tidak bisa menindak anak sekolah yang membawa motor ke sekolah.

"Kita hanya bisa menghimbau kepada orangtua agar mengantar anaknya ke sekolah, selama ini memang masih banyak anak sekolah yang mengendarai motor sendiri,"kata Hendri.

Dia menjelaskan di sisi lain anak didik tidak bisa terlambat masuk sekolah, di sisi lain lagi orangtua tidak bisa mengantar anak ke sekolah.

"Banyak hal-hal yang menjadi pertimbangan, namun meski demikian kita tetap menghimbau orangtua agar mengantar anaknya ke sekolah," kata Hendri. (ian)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved