Anambas Terkini

Peserta CPNS di Anambas Masih Cemas, Sudah Lulus Tapi Belum Bisa Bekerja

Dari informasi terakhir diperoleh kalau pembagian Nomor Induk Kepegawaian tersebut bakal dilakukan secara serentak, namun belum diketahui secara pasti

Peserta CPNS di Anambas Masih Cemas, Sudah Lulus Tapi Belum Bisa Bekerja
TRIBUNBATAM.id/THOM LIMAHEKIN
CPNS Pemprov Kepri yang lolos seleksi sedang antre untuk pencocokan berkas 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Ratusan peserta seleksi yang dinyatakan lulus mengikuti seluruh tahapan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) masih cemas.

Meski sudah dinyatakan lulus, nyatanya sampai saat ini mereka belum bisa bekerja mengisi formasi yang sebelumnya mereka tuju.

Penyebabnya, Nomor Induk Pegawai (NIP) yang belum keluar dari pusat. Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar mengatakan, usulan agar NIP tersebut dapat dikeluarkan sebelumnya sudah disampaikan daerah ke Pemerintah Pusat.

Dari informasi terakhir diperoleh kalau pembagian Nomor Induk Kepegawaian tersebut bakal dilakukan secara serentak, namun belum diketahui secara pasti tanggalnya.

"Sampai saat ini 244 CPNS itu belum bekerja. Karena menunggu NIP yang dikeluarkan dari pusat," ujarnya Minggu (27/1/2019).

Ia menjelaskan, kalau setelah bekerja nanti, 244 CPNS itu bakal menerima hak keuangan sebesar 80 persen ditambah dengan tunjangan.

INFO CPNS 2019 - NIP CPNS 2018 Hampir Kelar, Pemerintah Bakal Buka Pendaftaran CPNS 2019 Mulai Maret

Penerimaan CPNS 2019 Masih Wacana, Begini Penjelasan Kemenpan-RB

Maret 2019 Mendatang Pemerintah Buka 100 Ribu Lowongan CPNS

Hak keuangan baru akan mereka penuh setelah mengikuti masa kerja dengan waktu tertentu dan mengikuti diklat pra jabatan.

Meski sudah mendapat 'bantuan tempur' untuk membantu dalam menjalankan roda pemerintahan, namun menurutnya jumlah pegawai yang dinyatakan lulus ini belum memenuhi kuota yang disetujui oleh Pemerintah Pusat untuk Anambas sebesar 296 formasi.

Tercatat, masih ada 52 formasi yang sebelumnya dibuka, namun masih kosong. Pemerintah Daerah pun, menurutnya mencoba untuk memenuhi kebutuhan akan pegawai teknis itu dengan mengusulkan sistem ranking untuk mengisi kekosongan formasi.

Hanya saja, langkah tersebut sukar dilakukan apabila formasi yang dibuka tidak diisi oleh peminat.

"Kedepan kami coba mengusulkan kembali formasi tersebut apabila ada penerimaan pegawai kembali," ungkapnya.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved