TANJUNGPINANG TERKINI

Banyak Kasus Melibatkan Anak di Bawah Umur di Tanjungpinang Timur, Ini Rencana Kapolsek

"Kebanyakan nyuri, jual lalu buat main di warnet. Kedepan akan lebih intens cek warnet sesuai izin jam buka. Jika langgar kita tindak," katanya

Banyak Kasus Melibatkan Anak di Bawah Umur di Tanjungpinang Timur, Ini Rencana Kapolsek
TRIBUNBATAM.id/WAHIB WAFA
Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Indra Jaya 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG- Polsek Tanjungpinang Timur menangani sejumlah perkara anak.

Tidak tanggung-tanggung, setidaknya selama kurun waktu 3 bulan terakhir, ada 6 anak di bawah umur yang diamankan Polsek Tanjungpingpinang.

Perkara anak ini membuat Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Indra Jaya dilematis.

"Iya mau gimana lagi kan anak. Kita lakukan diversi saja. Mau kita lebih ketat lagi mereka anak-anak. Memang banyak anak di wilayah kita seperti itu. Mereka kasusnya pencurian," kata Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Indra Jaya di Mapolres Tanjungpinang, Selasa (6/2/2019).

Belum lama ini pihak mengamankan anak 11 tahun yang terlibat pencurian.

Sementara 5 orang pelaku sebelumnya juga diamankan karena mencuri sepeda motor.

Live Streaming Timnas U22 Indonesia vs Bhayangkara FC, Rabu (6/2) Sore Ini, Mulai 15.30 WIB

PERSIB BANDUNG - Belum Puas, Pelatih Miljan Radovic Akan Rombak Skuad Persib, Siapa yang Dibuang?

Persib Depak Pemain Lama, Miljan Radovic Bocorkan Incaran Pemain Baru Maung Bandung

Link Live Streaming Cilegon United vs Madura United. Kick Off Jam 15.00 WIB

Mereka rata rata masih berumur dibawah 15 tahun.

Para pelaku saat ini masih dalam proses diversi.

"Nanti diversi akan kita lakukan di pengadilan. Agar nanti di sana jelas anak anak ini kita sampaikan untuk dilakukan rehabilitasi. Jangan di dinas sosial di Pinang juga rehabilitasi, kalau di Tanjungpinang ini mereka lari lagi," katanya.

Rehabilitasi nantinya pihak kepolisian mengusulkan jika memang bisa dilakukan di Batam akan lebih baik.

Langkah selanjutnya pihaknya akan lebih menggiatkan sosialialisi ke Sekolah dan masyarakat untuk lebih mengawasi anaknya.

"Memang karena mereka kebanyakan Karena memiliki latar belakang keluarga yang kurang memperhatikan anaknya. Ada yang keluarga broken home. Ditinggal orangtuanya diluar," katanya.

Ia menyebutkan warnet menjadi sasaran mereka bermain. Hal itu yang memicu tindakan pencurian.

"Kebanyakan nyuri jual lalu buat main di warnet. Kita kedepan akan lebih intens cek warnet sesuai izin jam buka mereka. Jika melanggar kita tindak," katanya.(wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved