BATAM TERKINI

Pakai Modus Pelancong, 39 TKI Ilegal Digagalkan Ditreskrimsus Polda Kepri di Pelabuhan Batam Center

Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan pekerja migran ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia

Pakai Modus Pelancong, 39 TKI Ilegal Digagalkan Ditreskrimsus Polda Kepri di Pelabuhan Batam Center
TRIBUNBATAM/Argianto Nugroho
Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan pekerja migran illegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia melalui Pelabuhan Batam Centre, Batam, Rabu (6/2/2019). 

Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan pekerja migran ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Berbagai modus dan cara kerap dilakukan para tersangka agar bisa menyelundupkan para pekerja migran ilegal untuk bekerja di Negara Malaysia.

Mulai dari melewati pelabuhan ilegal atau biasa disebut pelabuhan tikus, hingga menggunakan modus sebagai pelancong atau wisatawan.

Namun hal ini tidak membuat pihak kepolisian menjadi terlena. Sebab, jajaran Polda Kepri melalui Ditreskrimsus berhasil menggagalkan penyelundupan pekerja migran ilegal yang hendak berangkat ke Malaysia melalui Pelabuhan Batam Center.

Dari hasil pengungkapan yang disampaikan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S. Erlangga. Sebanyak 39 TKI Ilegal ini yang hendak diselundupkan berhasil digagalkan.

"Pengungkapan ini pada Rabu (06/02/2019) kemarin. Pengungkapan ini pun berawal dari informasi yang diperoleh dari masyarakat," katanya saat menggelar Ekspos di Pendopo Mapolda Kepri, Kamis (07/02/2019).

Sepi Penumpang Karena Tiket Pesawat Naik, 14 Penerbangan di Batam Dibatalkan, Lion Air Paling Banyak

Alasan Basarnas Tanjungpinang Hentikan Pencarian Korban, Insiden Tabrakan Kapal di Selat Singapura

Kenapa Lion Air Paling Banyak Batalkan Penerbangan dari Batam? Ternyata Ini Penyebabnya

Didampingi Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Juleigtin Siahaan. Erlangga menyebutkan, dari hasil pengungkapan ini ada empat orang penyalur yang ditetapkan sebagai tersangka

"Empat orang ini berinisial MW, AS, E, dan DH dengan peran MW sebagai staf, dan AS, E, dan DH ini sebagai tekong," ujarnya.

Erlangga menyampaikan, modus yang digunakan penyalur ini terbilang rapi. Sebab, para imigran ilegal ini seolah olah sebagai wisatawan.

"Para pekerja imigran ilegal ini memiliki paspor, dan sah saja kalau berpergian ke luar negeri, namun paspor yang mereka miliki hanya sebagai pelancong, bukan pekerja yang harus memiliki izin visa bekerja di luar negeri," ucapnya.

Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga memimpin jalannya ekspose kasus penyelundupan pekerja migran illegal di Pendopo Polda Kepri, Kamis (7/2/2019)
Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga memimpin jalannya ekspose kasus penyelundupan pekerja migran illegal di Pendopo Polda Kepri, Kamis (7/2/2019) (TRIBUNBATAM/ Endra Kaputra)
Halaman
12
Penulis: Endra Kaputra
Editor: Danang Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved