Seorang Balita Kejang dan Tewas Setelah Dibanting Ayah Tirinya Karena Kesal pada Sang Ibu

Seorang balita meregang nyawa setelah sebelumnya kejang-kejang akibat dibanting oleh ayah tirinya saat bertengkar dengan sang ibu.

Seorang Balita Kejang dan Tewas Setelah Dibanting Ayah Tirinya Karena Kesal pada Sang Ibu
KOMPAS.com/BBC
ilustrasi. Sepasang kaki bayi di dalam selimut 

TRIBUNBATAM.id, DEPOK - Gara-gara bertengkar dengan istrinya, seorang pria nekat menganiaya seorang balita perempuan berusia dua tahun hingga tewas, Jumat (8/2/2019).

Balita tersebut merupakan anak tiri pelaku atau anak kandung sang istri.

“Pelaku bapak tirinya dan sudah ditangkap malam itu juga,” kata Kompol Suyud saat dikonfirmasi, Senin (11/2/2019) pagi ini.

Kasubbag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan, peristiwa itu bermula saat pasangan suami istri Hary Kurniawan (20) dan Eny (19) terlibat pertengkaran.

Hary kesal dengan sang istri lalu melampiaskan emosinya dengan membanting bayi malang itu.

“Setelah dianiaya ayahnya, sore itu juga korban alami panas tinggi dan kejang-kejang,” kata Firdaus.

Seorang Bayi Tewas Tergantung di Jendela Rumah, Dokter Forensik Sebut Ada Bekas Luka Jeratan

Pelajar Wanita Ditemukan Tewas Mengapung Bersama Bayinya, Polisi Amankan Sosok Ini

Pasangan Backpaker Rusia Viral di Malaysia. Mengemis dengan Cara Mengayun-ayunkan Bayi ke Udara

FOLLOW JUGA :

Bayi itu sempat dilarikan ke rumah sakit tetapi setelah sampai di rumah sakit bayi tersebut sudah tak bernyawa.

Firdaus megatakan, Hary dan Eni belum lama menikah. Saat menikah, pasangan itu sama-sama mempunyai anak dari pasangan mereka sebelumnya.

“Pelaku punya anak berusia 3,5 tahun dan istrinya membawa anaknya yang berusia 2 tahun," kata Firdaus.

Menurut Firdaus, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih dalam terkait kasus itu.

“Pelaku masih dalam pemeriksaan intensif. Sementara bayinya sedang divisum di RS Polri Kramatjati,” ujar Firdaus. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ayah Tiri di Depok Aniaya Bayi hingga Tewas"

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved