Jamaah Umrah Asal Karimun Tersuspek Penyakit Mers Ternyata Minum Susu Unta, Ini Pesan Kadinkes

Kepala Dinas Kabupaten Karimun, Rachmadi menyebutkan, dari hasil wawancara diketahui pria warga Pelambung, Kecamatan Tebing itu sempat bersentuhan

Jamaah Umrah Asal Karimun Tersuspek Penyakit Mers Ternyata Minum Susu Unta, Ini Pesan Kadinkes
Istimewa
ilustrasi sakit kepala 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Warga Karimun yang diduga menderit penyakit mers masih dirawat secara insentif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani.

Kepala Dinas Kabupaten Karimun, Rachmadi menyebutkan, dari hasil wawancara diketahui pria warga Pelambung, Kecamatan Tebing itu sempat bersentuhan langsung dan meminum susu hewan Unta ketika melaksanakan umrah.

Satu Jamaah Pria Asal Karimun Mengalami Gejala Mirip Penyakit Mers, Ini Jawaban Direktur RSUD

Pria Asal Karimun Diisolasi di RSUD Muhammad Sani Usai Pulang Umrah, Ternyata Dia Bawa Penyakit Ini

Dihadang Massa, Maling Ini Terjungkal dan Terseret Motor, Tapi Tidak Alami Luka

"Pasien ini pernah pergi ke peternakan Unta. Dia juga minum susu unta dan bersentuhan langsung," kata Rachmadi.

Memang dikabarkan penyakit yang sangat jarang ditemukan di Indonesia tersebut berasal dari virus yang bisa berada pada hewan Unta.

Sebelumnya pasien berusia 77 tahun yang tersuspek mers itu berangkat ke Arab Saudi dengan 12 orang lainnya. Ketika pulang, beberapa orang dari rombongan yang mengalami batuk-batuk.

Selanjutnya pihak Dinas Kesehatan telah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi mereka. Namun hasilnya anggota rombongan yang lain hanya mengalami sakit biasa.

"Untuk pasien ini, kita curigai karena dia munum susu unta dan bermain dengan Unta. Kemudian pasien mengalami ciri-ciri terkena virus," jelas Rachmadi.

Rachmadi menyampaikan meskipun diduga tidak terpapar penyakit mers, namun anggota jemaah yang lain tetap akan diperiksa secara rutin.

"Kita akan pantau terus," ucapnya.

Agar tidak tertular penyakit mers, Rachmadi mengingatkan jemaah umrah atau haji asal tidak melakukan kegiatan yang tidak perlu dilakukan.

"Kita selalu Masyarakat kita tidak sama dengan masyarakat disana yang sudah kebal, dan kita sensitif akan itu," kata dia. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved