TANJUNGPINANG TERKINI

Pengusaha Sarang Burung Walet Harap Lapor Karantina, Satu Kilogram Bisa Dijual Rp 50 Juta

"Dugaan saya ada banyak sarang burung walet di Kepri. Saya tahu itu karena dahulu saya bertugas di sini," ungkap Kepala Badan Karantina Pertanian Keme

Pengusaha Sarang Burung Walet Harap Lapor Karantina, Satu Kilogram Bisa Dijual Rp 50 Juta
TRIBUNBATAM.id/THOM LIMAHEKIN
Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Ali Jamil meresmikan Kantor Balai Karantina Kelas II Tanjungpinang wilayah kerja Bandara RHF Tanjunginang. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Sarang burung walet banyak dibudidayakan di wilayah kabupaten dan kota se-Kepri.

Dengan demikian, para pengusaha sarang burung walet pun meraup banyak rupiah dari hasil usaha tersebut.

"Dugaan saya ada banyak sarang burung walet di Kepri. Saya tahu itu karena dahulu saya bertugas di sini," ungkap Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Ali Jamil kepada awak media, Jumat (8/3/2019) siang.

Berdasarkan data asosiasi pengusaha sarang burung walet, pada 2018 lalu, ekspor sarang burung walet mencapai 1.200 ton.

Baku Tembak TNI dan KKB, Walau Kekuatan Tidak Seimbang, TNI Mampu Kuasai Medan dan Usir KKB di Nduga

Juragan Durian Thailand Batalkan Sayembara Cari Mantu Berhadiah Rp 4,4 M, Tolak Pemuda Tampan Ini

Lucinta Luna Masuk ke Kamar Ria Ricis, Adik Oki Setiana Dewi Minta Dicarikan Cowok

Jelang Arema vs Persela di Piala Presiden 2019, Dedi Setiawan Cedera, Ini Calon Pemain Penggantinya

Harga sarang burung walet kualitas pertama bisa mencapai Rp 50 juta per kilogram.

Jika harganya dirata-ratakan sekitar Rp 3 juta per kilogram maka nilai ekonomi untuk ekspor sarang burung walet sebesar Rp 36 triliun.

"Biasanya negara tujuan ekspor itu adalah Tiongkok atau Cina," ungkap Ali.

Namun demikian, Ali mengharapkan para pengusaha sarang burung walet untuk mendaftar ke Balai Karantina.

Karena negara tujuan ekspor biasa menuntut supaya sarang burung walet itu dicek, didaftarkan dan diregistrasi terlebih dahulu.

"Macam-macam persyaratan teknis dan kami memiliki persyaratan tersebut. Kerja sama inilah yang kita butuhkan," tegas Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian itu.(tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved