BATAM TERKINI

Taksi Online vs Konvensional Ribut Terus, Kadishub Kepri: Kita Akan Rapat Terus Sampai Bosan!

Kepala Dishub Kepri, Jamhur Ismail menyesalkan masih terjadinya keributan antara sopir taksi online dan konvensional di Batam, dalam mencari penumpang

Taksi Online vs Konvensional Ribut Terus, Kadishub Kepri: Kita Akan Rapat Terus Sampai Bosan!
TribunBatam.id/Dipa Nusantara
Suasana kisruh taksi online dan konvensional di dekat BCS Mall Batam,. Kamis malam 

Kadishub Kepri : Bentrok Terus, Kita Akan Rapat Terus Sampai Bosan, Sampai Tak Bentrok Lagi

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri, Jamhur Ismail menyesalkan masih terjadinya keributan antara sopir taksi online dan sopir taksi konvensional di Batam, dalam mencari penumpang.

Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali menggelar rapat agar permasalahan ini bisa segera selesai.

"Itulah bentrok lagi. Kita akan rapat terus sampai bosan, sampai tak bentrok lagi," kata Jamhur, di Batam Center.

Sebagaimana Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan angkutan sewa khusus, diatur ketentuan kalau perusahaan angkutan sewa khusus, wajib memiliki izin penyelenggaraan angkutan sewa khusus.

Terhadap hal ini, Jamhur mengakui, hingga saat ini belum ada satupun badan usaha terkait angkutan sewa khusus yang dikeluarkan izin operasionalnya.

Saat ini ada 13 badan usaha yang sudah mengajukan izin prinsipnya ke Dishub.

"Dan dalam waktu dekat kita akan kasih izin prinsipnya. Tapi dengan catatan," ujarnya.

VIDEO - Keributan Antara Sopir Taksi Online dan Konvensional di Depan DC Mall, Jumat (22/3) Malam

LAGI! Cekcok hingga Adu Mulut, Taksi Konvensional dan Taksi Online Batam Kembali Ribut (22/3)

Supir Taksi Dikeroyok Hingga Babak Belur, Dia Tulang Punggung Keluarga, Belum Bisa Cari Duit Lagi

Driver Taksi Online Dirampok Penumpang Sendiri, Menderita Luka Sayatan di Leher Saat Ditodong Pisau

Catatan yang dimaksudnya ini, antara sopir taksi online dan sopir taksi konvensional mesti sepakat terlebih dahulu, terkait red zone (zona merah).

"Di mana titik yang boleh jemput, dimana yang tidak. Harus sepakat dulu, baru kita keluarkan," kata Jamhur.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved