Gara-gara Luka Seorang Wanita, Puluhan Orang Satu Kantor Terbongkar Lakukan Korupsi

Gara-gara mulut wanita yang terluka, puluhan orang dalam satu kantor ditangkap karena terbongkarnya kasus korupsi dan pungli.

Gara-gara Luka Seorang Wanita, Puluhan Orang Satu Kantor Terbongkar Lakukan Korupsi
Bernama
Puluhan pegawai Badan Transportasi Jalan (JPJ) Pulau Pinang Malaysia menjadi tersangka korupsi dan pungli 

TRIBUNBATAM.ID, GEORGE TOWN - Jangan pernah menanggap enteng wanita yang terluka karena dimadu suaminya yang terpikat dengan wanita lain. Luka itu bisa membuat tsunami.

Itulah yang terjadi di Pulau Pinang, Malaysia. Gara-gara mulut wanita yang terluka, 30 orang menjadi tersangka karena terbongkarnya kasus korupsi dan pungli berjamaah di Badan (Jabatan) Pengangkutan Jalan (JPJ) Pulau Pinang.

Wanita tersebut adalah isteri salah seorang tersangka yang sakit hati karena suaminya menikah lagi dengan wanita lain sehingga membongkar perbuatan suaminya.

Sandiaga: Saya Tidak Bilang Pemilu Kita Sudah Jujur dan Adil

Dikepung Polisi, Istri Pelaku Bom Sri Lanka Meledakkan Diri dalam Keadaan Hamil

Sidang Skandal 1MDB - Bank Ungkap Transfer Rp 210 Miliar ke Rekening Pribadi Najib Razak

Dilansir TribunBatam.id dari Free Malaysia Today yang mendapat cerita dari sumber terpecaya, wanita tersebut melapor KPK Malaysia atau Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) dan menyerahkan data-data korupsi di lembaga tersebut.

Hal ini dilakukannya setelah gagal membujuk suaminya supaya tidak meninggalkan dirinya kerana wanita lain.

FMT telah menghubungi SPRM untuk mengklarifikasi kebenaran informasi ini namun belum memberikan jawaban.

Jika informasi sumber itu benar, SPRM tentu boleh mengucapkan terima kasih kepada wanita tersebut karena ikut membongkar kasus korupsi masif dan sistemik, yang saat ini gencar diperangi di Malaysia.

Lebih dari 100 orang telah diperiksa dalam kasus ini, termasuk 75 dari 139 pegawai JPJ Pulau Pinang.

Hingga saat ini, lebih 50 pegawai JPJ ditahan sejak 17 April lalu dengan tiga tingkat kesalahan korupsi.

Sumber SPRM mengatakan, suspek menerima suap bulanan antara RM10,000 hingga RM32,000 (sekitar Rp 33-100 juta lebih) dari supir truk dan perusahaan transportasi.

Halaman
12
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved