BATAM TERKINI

Pesawat R 80 Rancangan Habibie Sudah Dipesan 155 Unit, Akan Bangun Pabrik di Batam

BJ Habibie akan membangun pabrik pesawat R-80 di Batam, ternyata pesawat rancangan Habibie sudah ada yang pesan.

Penulis: Dewi Haryati | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM.ID/ARGIANTO DA NUGROHO
BJ Habibie saat sedang berkunjung ke Batam, Senin (29/4/2019) 

TRIBUNBATAM.id - BJ Habibie akan membangun pabrik pesawat R-80 di Batam, ternyata pesawat rancangan Habibie sudah ada yang pesan.

Habibie memilih Batam untuk mendirikan pabrik pesawat R-80 karena ingin mewujudkan mimpinya.

Habibie sudah memutuskan menjadikan Batam sebagai pusat industri dirgantara.

Saat berkunjung ke Batam, Habibie kembali menegaskan bahwa dirinya memutuskan akan membangun industri dirgantara dan pusatnya di Batam. 

"Saya datang kemari (Batam) bukan hanya untuk Pollux. Saya sudah putuskan untuk industri dirgantara pusatnya akan ada di Batam," kata Habibie, Senin (29/4/2019).

Dikutip Tribunsolo, Pesawat R80 rancangan Presiden BJ Habibie cakupan pasarnya pun terus diperluas.

Habibie Bangun Pabrik Pesawat R-80 di Batam, Lokasi Sebelah MRO Lion Air di Hang Nadim

Daftar Permohonan Maaf dan Ucapan Selamat Puasa 2019, Lengkap dengan Pantun Ramadhan 1440 H


Komisaris PT Regio Aviasi Industri (RAI), Ilham Akbar Habibie mengatakan, potensi penjualan R80 memang cukup besar.

"Karena tidak banyak negara di dunia ini yang mampu membuat pesawat, dari sekitar 200 negara di dunia ini, hanya sekitar 20 negara atau 10 persennya yang mempunyai kemampuan tersebut," katanya kepada wartawan, Selasa (12/3/2019).

Pihaknya menyebut saat ini PT RAI masih dalam proses membuat purwarupa pesawat R80.

Proses ini diperkirakan akan selesai dalam 4 tahun ke depan.

Sejauh ini pemesanan masih di cakupan dalam negeri, antara lain Nam Air sebanyak 100 unit, Kalstar 25 unit, Trigana Air 20 unit dan Aviastar 10 unit.

Dalam arti total pemesanan pesawat yang akan digarapnya sudah mencapai 155 unit.

Saat berkunjung ke Batam, Habibie mengatakan untuk memproduksi pesawat terbang ini, Indonesia bisa bekerjasama dengan Singapura, atau Malaysia. Atau siapa saja sesuai kemampuannya.

 Habibie mengingatkan agar pengembangan Batam kembali pada fitrahnya, seperti di awal pembentukan dulu.

Saat itu Batam diharapkan menjadi ujung tombak bagi perekonomian bangsa dan punya daya saing dengan negara lain.

 BJ Habibie Ingin Batam Minimal Setara Dubai

 Pertumbuhan Ekonomi Batam di Bawah Ekonomi Nasional, Ini Kata Ilham Habibie

Pengembangan Batam diharapkan pada industri berteknologi tinggi dan mampu menambah daya saing serta transfer ilmu ke penduduk lokal.

"Di sini tempatnya high tech. Karena itu saya buat jembatan (Jembatan Barelang). Ada lima dan satupun tidak ada yang sama," kata Habibie, Senin (29/4) di Batam.

Pembangunan jembatan ini, bertujuan untuk menghubungkan wilayah Sumatera. Supaya ada pemerataan ekonomi di masyarakat. Makanya dibuat jembatan yang paling baik.

"Dibuat beberapa jembatan. Yang buat warga negara Indonesia," ujarnya.

"Saya buka pintunya. Kita butuh pertumbuhan ekonomi, pemerataan, pembagian rezeki," sambung Habibie.

Lebih lanjut, Habibie juga mengatakan, Batam harus lebih memperluas jaringan di era globalisasi saat ini.

"Di zaman globalisasi, kita tak bisa sendiri. Sudah jauh-jauh hari sejak 25 tahun kita mulai proyeksi ke arah situ. Dan sekarang Batam sudah lumayan lah," katanya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved