TANJUNGPINANG TERKINI

AJI Tanjungpinang Pertanyakan Kasus Kekerasan kepada Wartawan yang Mengendap

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kota Tanjungpinang, Jailani mengatakan, belum adanya tindak lanjut proses penyidikan dan proses hukum pada ter

AJI Tanjungpinang Pertanyakan Kasus Kekerasan kepada Wartawan yang Mengendap
TRIBUNBATAM.id/THOM LIMAHEKIN
M Ican 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Proses hukum penghalangan 3 jurnalis saat meliput di Pengadilan Negeri Tanjungpinang hingga saat ini "mengendap" di penyidik Direskrimum Polda Kepri.

Sementara oknum yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, M Ican masih saja bebas berkeliaran hingga saat ini.

Lamanya proses hukum tersangka penghalangan wartawan yang sudah mencapai 4 tahun dari pelaporan ini menjadi pertanyaan tiga korban, serta organisasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kota Tanjungpinang.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Tanjungpinang, Jailani mengatakan, belum adanya tindak lanjut proses penyidikan dan proses hukum pada tersangka yang sudah ditetapkan penyidik Polda, atas kasus kekerasan dan penghalangan pekerja jurnalis ini, sangat disayangkan.

Hal tersebut menjadi ujian terhadap kinerja serta profesionalisme kepolisian sebagai lembaga penegak hukum dan pelindung serta pengayoman masyarakat.

Polisi Tangkap Empat Pengedar Sabu Jaringan Lapas Tanjungpinang, Satu Orang Ibu Rumah Tangga

Gadis 3 Tahun Diculik di Tanjungpinang, Ditinggal di Lokasi STQH di Bintan, Ini Penjelasan Polisi

Imsakiyah 1 Ramadhan 1440 H di Batam, Tanjungpinang, Jakarta, Bandung, Padang, Medan, Pekanbaru

Muhammad Sivana Juara Lomba Poster STAI MU Tanjungpinang, Dinilai dari Ketepatan Tema & Kreativitas

"AJI Tanjungpinang sangat menyayangkan, belum adanya tindak lanjut proses hukum atas laporan kasus kekerasan dan penghalangan terhadap Jurnalis ini, yang hingga saat ini sudah 4 tahun setelah dilaporkan," kata Jai di Tanjungpinang, Rabu,(1/5/2019).

Selain mempertanyakan kepada Polda Kepri, tambah Jailani, AJI Tanjungpinang juga telah melaporkan lambannya penanganan kasus ini ke AJI Indonesia serta ke Kapolri di Mabes Polri, demikian juga ke Kapolda Kepri di Batam.

"Kami akan terus mengawal dan mempertanyakan tindak lanjut proses yang dilakukan Penyidik Polda Kepri. Serta mempertanyakanya ke Kapolri, melaluai AJI Indonesia," ujar Jai.

Sementara tersangka, sambungnya lagi, hingga saat ini bebas berkeliaran, seolah tidak tersentuh hukum. Hal itu terlihat dari keberadaan tersangka di kantor Perintah Provinsi Kepri, serta Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Sebagai mana diberitakan sebelumnya, tiga wartawan online dan cetak di Tanjungpinang masing-masing, Charles Sitompul dari media online batamtoday.com, Novel Sinaga dari media cetak Koran Sindo, dan Alfid Wafa dari media cetak Tribun Batam, menjadi korban kekerasan dan penghalangan kerja jurnalistik oleh tersangka M Ican dan kawan-kawan saat melakukan peliputan sidang di PN Tanjungpinang pada Selasa,(26/6/2016) lalu.

Ketiganya dihalangi dan dilarang M Ican dan kawan-kawanya dengan cara menarik dan memaksa wartawan keluar dari ruang sidang serta merampas kamera dan handphond wartawan, serta memaksa menghapus foto liputan sidang pemeriksaan saksi A Hang alias Arifin dalam kasus pelayaran KM Karisma Indah digelar di pengadilan.

Kasus penghalangan sendiri, dilaporkan wartawan ke Polres Tanjungpinang dengan Nomor LP. STPL /192/K/VII/2016/Kepri/SPK-Rws TPI pada 26 Juli 2016 yang diterima KSPK II Inspektur Pisi Jalaudin.

Selanjutnya atas kebijakan internal Polda Kepri, pada 4 Agustus 2016, Polda Kepri mrngambil alih prpses penyidikan atas proses penyidikan dengan surat Pelimpahan Nomor B.1154.VIII/2016/Reskrim.

Selanjutnya, pada 24 Agustus 2016, atas Surat Pemberitahuan Perkbangan Hasil Penyidikan (SP2HD) nomor B/92/VIII/2016/Ditreskrimum Polda Kepri, menyatakan telah menetapkan tersangka atas nama Moh Icsan Adi Halik alias Samper alias Chan sebagai tersangka.

Sayangnya, hingga 4 tahun berlalu, berkas perkara dan tersangka dalam kasus kekerasan dan penghalangan pekerja/liputan jurnalis ini, tudak pernah dilimpah dan disidangkan di PN Tanjungpinang. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved