BATAM TERKINI
Pedagang Ngeluh, Harga Daging Terus Melambung, Daging Sapi Tembus Rp 120 Ribu Satu Kilogram
"Begitu juga harga cabai rawit juga ikut naik, biasanya sekilo Rp 38 ribu sekarang sudah Rp 60 ribu per kilogram. Paling tinggi itu cabai setan, kemar
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Komoditas harga bahan pokok terus mengalami kenaikan dalam duan hari Ramadhan, seperti yang terpantau di Pasar Tiban Center Sekupang.
Harga daging sapi segar tembus hingga Rp 120 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp 80 ribu sampai Rp90 ribu per kilogramnya.
Sedangkan harga daging beku mengalami kenaikan menjadi Rp 90 ribu perkilogram dari sebelumnya hanya Rp 60 ribu sampai Rp70 ribu per kilogram.
Begitu juga untuk jenis ayam segar, hingga saat ini hargnya masih mencapai Rp 40 ribu per kilogram, sedangkan ayam beku atau es mengalami kenaikan dengan harga Rp 35 ribu per kilogram dari harga biasanya yang hanya Rp 28 ribu per kilogram.
• Atasi Sariawan di Bulan Puasa, Begini Cara Mudah yang Dilakukan dari Kumur-kumur dengan 4 Bahan Ini
• Jokowi-Maruf Unggul di Tanjungpinang, Ini Tanggapan Ketua TKD
• Benda Apapun Bisa Jadi Batu di Sumur Aneh Ini, Berikut Kisah Dibaliknya
• Tidak Ikut Sidang Karena Terlambat, Pengacara Ini Marah-marah dan Hakim Jadi Sasaran
Reni pedagang ayam dan daging di pasar Tiban Center menuturkan, kenaikan harga daging dan ayam tersebut sudah terjadi semenjak seminggu lalu.
"Naiknya harga ini bukan saat memasuki bulan ramadhan, sebelum Ramadhan semua sudah naik," terangnya, Selasa (7/5/2019).
Reni juga mengakui, naiknya harga ayam dan daging juga menjadi keluhan baginya. Maka dari itu harusnya pemerintah mengambil sikap. Karena naiknya harga ini belum diketahui penyebabnya, ditambah lagi dengan tingginya harga sewa tempat dan pembayaran karyawan tentu sangat menyiksa bagi pedagang.
"Intinya yang menjadi pertanyaan kami, kenaikan harga ayam ini apakah karena harga pakan naik atau gimana? Bisalah coba sekali - sekali cek harga pakan, gimana," tuturnya.
Reni juga menjelaskan, bahwa dengan naiknya harga tersebut, untuk keuntungan yang diambil dari usahanya sangatlah kecil. Sebab dari distributor ayam memberikan harga Rp 38 ribu perkilonya jadi hanya mengambil untung Rp 2000 ribu saja perkilonya.
Namun sebelum mengalami kenaikan Reni bisa mendapatkan keuntungan 4000 perkilonya.
"Kalau kami buat harga Rp 41 ribu sampai Rp 42 ribu per kilogram, pasti pelanggan kabur. Jadi mau tidak mau kami buat Rp 40 ribu per kilogram. Intinya bukan cuma pembeli aja yang menjerit," ujarnya.
Sementara itu, untuk komoditas lain salah satu pedagang sayuran Iman menyampaikan, bahwa untuk harga telur ayam harganya tembus Rp 44 ribu per papan, dari harga normal Rp 38 ribu perpapan.
Sedangkan untuk harga cabe merah yang biasanya harganya Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu per kilogram saat sudah naik menjadi Rp 55 ribu per kilogram.
"Begitu juga harga cabai rawit juga ikut naik, biasanya sekilo Rp 38 ribu sekarang sudah Rp 60 ribu per kilogram. Paling tinggi itu cabai setan, kemarin sempat tembus Rp 100 ribu per kilogram dan sekarang sudah turun menjadi Rp 90 ribu per kilogram dari harga standarnya itu Rp 60 ribu per kilogram," terangnya.
• CATAT, Pemerintah Tetapkan 3 Hari Cuti Bersama Lebaran Idul Fitri 2019, Berikut Hari dan Tanggalnya
• Detik-detik Pria Gangguan Jiwa Masuk Sumur yang Mengandung Gas Beracun dan Kemudian Tewas
• Edy Putra Irawady: Ada Penegasan Soal Jabatan Wali Kota ex Officio Kepala BP Batam di Draft RPP
• Manfaatkan Rumah Sepi, Dua Remaja Ini Sering Berhubungan Badan, Terbongkar Dari WhatsApp
Di tempat yang sama Rahma salah satu warga yang sedang berbelanja menuturkan, bahwa ditengah naiknya bahan pokok tentu sangat membebani masyarakat, apalagi di tengah ekonomi yang saat ini masih sulit.
"Iya mas, kalau naik seperti inikan sangat memberatkan, khususnya bagi kebutuhan rumah tangga. Karena selain kebutuhan sembako kita juga harus memikirkan biaya anak sekolah. Ya kalau bisa pemerintah segera ambil tindakan untuk menurunkan harga dipasar ini,"ungkapnya.(als)