VIRAL DI MEDIA SOSIAL
Kisah Penjual Rujak Cingur Rp 60.000 yang Viral di Surabaya, Dapat Teror Hingga Suami Cuci Darah
Ia menyayangkan tindakan orang yang memviralkan video tersebut meski ia juga mengaku mendapat hikmah atas viralnya video yang diunggah di media sosial
TRIBUNBATAM.id, SURABAYA - Penjual rujak cingur seharga 60.000 di Surabaya, Marmilla atau Mella (43), tidak menyangka dagangan rujak cingurnya bisa viral di media sosial.
Ia menyayangkan tindakan orang yang memviralkan video tersebut meski ia juga mengaku mendapat hikmah atas viralnya video yang diunggah di media sosial beberapa waktu lalu itu.
"Empat pemuda yang memviralkan video itu berlebihan dan bisa dituntut lho," kata Mella, Rabu (12/6/2019).
Mella menceritakan, pada Sabtu (8/6/2019) ada empat pemuda yang membeli rujak cingurnya serta es manado.
Namun, kata Mella, di video yang viral itu disebutkan bahwa es teh dijual Rp 15.000.
"Saya enggak jual es teh. Orang itu beli es manado ambil berkali-kali. Es manado memang dijual Rp 15.000. Tapi dibilang es teh," ujar dia.
• 5 Imbauan Prabowo kepada Pendukungnya Jelang Sidang Sengketa Pemilu 2019 di MK: Jaga Persaudaraan
• TRANSFER PEMAIN - RESMI, Real Madrid Umumkan Rekrutan Ketiga Setelah Eden Hazard & Luka Jovic
• Jadwal Final NBA Game 6 Toronto Raptors vs Golden State Warriors, Raptors Juara atau Game ke 7
• Hasil Final NBA 2019 Golden State Warriors Kalahkan Raptors, Kevin Durant Sedih Karena Cedera Kambuh
• Ogah Main di Liga 2 dengan Persib B, Gian Zola Pilih Dipinjamkan Jika Tak Masuk Skuat Utama Persib
Ia menegaskan, rujak cingur seharga Rp 60.000 itu bukan untuk menipu pembeli.
Sebab, satu porsi rujak cingur itu bisa dimakan untuk tiga orang.
"Irisan cingurnya pun besar-besar. Petisnya bukan petis biasa yang dijual Rp 10.000-an. Petisnya dua macam, petis Madura dan petis udang. Harga per kilonya Rp 90.000," ucap Mella.
Pasca-video rujak cingurnya itu viral di media sosial, gerobak dorong yang biasa dipakai berjualan dirusak orang tidak dikenal.
Banner yang menempel di gerobak dirusak dan gelas juga dipecahkan.
Selain itu, Mella mengaku mendapat teror dari orang tak dikenal.
Ia menduga, orang yang meneror dirinya adalah pembeli yang membuat video hingga viral di media sosial.
"Saya diteror lewat telepon lebih 20 kali. Orang yang meneror itu pakai nomor gonta-ganti, kadang pakai private number," jelasnya.
Dagangan Mella juga didatangi Satpol PP, pejabat kelurahan, hingga kepolisian.