Canon Bikin Kamera Saku Seukuran Flashdisk dengan Nama Ivy Rec
Pabrikan kamera asal Jepang, Canon, belakangan bereksperimen dengan membuat kamera saku berukuran sebesar flash disk dengan nama "Ivy Rec".
TRIBUNBATAM.id - Pabrikan kamera asal Jepang, Canon, belakangan bereksperimen dengan membuat kamera saku berukuran sebesar flash disk dengan nama "Ivy Rec".
Meski ukurannya kecil, Ivy Rec yang berwarna-warni ini dibekali dengan thread tripod standar berukuran 1/4 inci di sisi bawah lensa.
Rongga persegi di salah satu sisinya bisa digunakan sebagai viewfinderuntuk framing gambar dan bisa dibuka untuk dikaitkan ke benda lain layaknya karabiner.
Ivy Rec juga didesain tangguh dengan fitur anti air hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit, juga shockproof alias tahan benturan, sehingga disebut cocok untuk kegiatan outdoor.
Ada sebuah mode dial di bagian belakang untuk memilih mode exposure layaknya kamera digital lain. Tapi tidak ada tombol kendali lain. Kontrol kamera ini mesti dilakukan via smartphone lewat aplikasi pendamping.
Di dalam Ivy Rec tertanam sensor gambar CMOS 13 megapiksel berukuran 1/3 inci yang sanggup merekan video full HD (1.920 x 1.080) 60 FPS.
• Begini 4 Tips dari Polri untuk Hindari Fintech Ilegal, Waspadai Penyebaran Data Pribadi
• Ingin Mulai Bisnis Waralaba, Yuk Perhatikan Hal Penting Ini
• Inilah Harga Terbaru HP Samsung Juli 2019 dari Samsung Galaxy A50 hingga Samsung Galaxy S10
• 7 Wanita Ini Rela Habiskan Rp 8 Miliar untuk Renovasi Rumah Impian agar Bisa Menua Bersama
Namun, Ivy Rec saat ini masih belum berbentuk produk jadi. Di luar kebiasannya sebagai perusahaan yang sebenarnya memiliki sumber daya lebih dari cukup, Canon berencana untuk memproduksi kamera ini secara crowdfunding lewat Indiegogo.
Kampanyenya sendiri masih belum dimulai. Laman Indiegogo Ivy Rec hanya menampilkan opsi bagi peminat untuk mendaftar dan mendapat keterangan mengenai perkembangan berikutnya.
Kemungkinan Canon sengaja menggelar kampanye crowdfunding Indiegogo untuk mengukur reaksi pasar terhadap Ivy Rec terlebih dahulu. Kalau peminatnya dinilai cukup banyak, bukan tak mungkin ia akan benar-benar dirilis ke pasaran.

