Kesehatan
10 Makanan Terbaik Buat Pria
Laki-laki berbeda dengan perempuan dalam segala hal - termasuk kebutuhan gizi.
Disarankan agar orang dewasa mengkonsumsi 55 mikrogram selenium setiap hari dari kacang Brasil, kacang kering-panggang, kalkun, tuna, atau kerang. Meskipun dosis harian selenium Anda dapat dipenuhi dalam satu kacang Brazil, Bauer memperingatkan untuk tidak memakan lebih dari dua kacang Brazil per hari karena mengandung banyak selenium yang dapat menyebabkan anda overdosis.
6. Whole Grains (biji serelia utuh)
Kebanyakan pria berpikir mendapat cukup karbohidrat, tetapi jenis yang mereka makan justru salah. "Diet yang kaya whole grain menyediakan serat, vitamin, mineral yang mendukung kesehatan jantung, membangun otot, dan menjaga lingkar pinggang kecil," kata Christine Gerbstadt, dari American Dietetic Association.
Menurut Gerstadt, makanan seperti oatmeal mengandung serat yang larut dalam tubuh, selain juga mengandung vitamin B yang dapat membantu menurunkan LDL dan baik untuk prostat.
Direkomendasikan untuk mengkonsumsi 10-25 gram serat setiap hari, baik dari oatmeal atau sumber lain seperti apel, pir, dan kacang. Perlu diingat, ketika membeli produk biji-bijian, carilah produk yang mengandung setidaknya 3-5 gram serat per porsi. Untuk menghindari masalah pencernaan, cobalah tingkatkan asupan serat Anda secara bertahap, dan jangan lupa minum banyak air putih.
7. Stanol tumbuhan
Stanol adalah zat alami dalam buah-buahan dan sayuran yang telah terbukti menurunkan kadar kolesterol jahat. Banyak makanan yang kini telah difortifikasi dengan stanol seperti mentega, yoghurt, jus jeruk, dan coklat granola.
Setiap hari, pria direkomendasikan mengkonsumsi 2 gram stanol tumbuhan ditambah makanan jenis lain untuk membantu menghambat penyerapan kolesterol dalam usus. Untuk memenuhinya, Anda dapat mengonsumsi 2-3 sendok teh produk stanol seperti Benecol atau 16 ons jus jeruk yang diperkaya stanol per harinya, karena stanol aman digunakan sebagai penurun kolesterol.
8. Kedelai
Menurut Gerstadt, kedelai kaya akan isoflavon, yang memelihara kesehatan prostat dan telah terbukti menurunkan resiko kanker prostat. "Menurut studi baru-baru ini, makan 25 gram kacang kedelai atau sekitar 1 ons protein kedelai setiap hari membantu menurunkan kolesterol," ujar Farrell.
FDA sendiri telah menyetujui klaim kesehatan oleh label makanan yang menyatakan mengkonsumsi 25 gram protein kedelai per hari merupakan bagian dari diet rendah lemak jenuh dan kolesterol yang dapat membantu mengurangi resiko penyakit jantung.
Karena itu, tidak ada salahnya mencoba makan beberapa produk kedelai setiap hari, seperti kacang kedelai, susu kedelai, keju kedelai, tahu atau tempe.
9. Berry dan cherry
Semua jenis buah cherry beragam warna seperti, ungu, biru, dan warna merah sangat baik bagi kesehatan karena mampu melindungi flavonoid dan antosianin.
Buah cherry mengandung lebih dari 4.000 senyawa berbeda yang memiliki sifat antioksidan melebihi vitamin C. Menambahkan berry dalam menu diet membantu memperlambat penurunan fungsi otak yang terjadi akibat proses penuaan.
10. Sayuran berwarna merah dan oranye
Vitamin C dan beta-karoten adalah antioksidan yang membantu melindungi sel-sel kulit yang sehat dan mencegah oksidasi dari matahari.
"Vitamin C terlibat dalam memproduksi kolagen. Beta-karoten mengkonversi ke bentuk aktif vitamin A, yang membantu untuk memperbaiki sel-sel epitel atau kulit," kata Bauer.
Bauer merekomendasikan asupan semua nutrisi itu dari paprika merah (setiap buah mengandung 300% vitamin C dari total yang dibutuhkan tubuh), wortel, labu, atau ubi jalar.
Menurut penelitian The American Journal of Clinical Nutrition, selain sayuran yang telah disebutkan di atas, masih ada beberapa sayuran utama yang harus dikonsumsi pria (dan wanita), yaitu sayuran berwarna gelap, berdaun hijau dan sayuran kaya nutrisi lainnya supaya dapat membantu mengurangi risiko meningkatnya prostat.
Selain itu, pria yang menjalankan diet kaya nutrisi dalam sayuran yang mengandung vitamin C, beta-karoten, dan potasium ditemukkan resiko pembesaran prostat menjadi lebih kecil.