Citizen Journalism

Serasa di Luar Negeri Piknik ke Lagoi

AWALNYA saya agak ragu untuk ikut rombongan kantor piknik ke Lagoi. Tapi setelah ditimbang-timbang

Serasa di Luar Negeri Piknik ke  Lagoi
istimewa
Andryas Ludian Ulum
oleh: Andryas Ludian Ulum

AWALNYA saya agak ragu untuk ikut rombongan kantor piknik ke Lagoi. Tapi setelah ditimbang-timbang, akhirnya saya menuju juga ke titik pertemuan, di Bintan Centre, Minggu (19/9). Sekitar satu setengah jam perjalanan, kami hanya disuguhi pemandangan hutan.

Tapi itu tidak menjadi masalah bagi saya. Hitung-hitung refreshing karena setiap hari hanya berkutat di Tanungpinang, yang mulai sumpek dengan kendaraan. Setelah sekitar satu jam, kami tiba di pintu gerbang masuk kawasan wisata Lagoi, Bintan.

Mobil APV kami pun diperiksa, seperti pemeriksaan anti teroris di televisi. Tiba di pintu gerbang, bukan berarti kami tiba di tempat tujuan. Rombongan Indomobil Finance kami masih harus menempuh jarak sekitar 20 menit.

Kami kembali disuguhi pemandangan hutan. Yang cukup mengherankan saya, sejak gerbang masuk tadi tidak satupun sampah terlihat. Menurut teman saya, sampah disini dibersihkan setiap beberapa waktu. Sungguh luar biasa.

Jalan yang kami lalui juga sangat rapi, tanpa lubang sama sekali. Benar-benar seperti di luar negeri, pikir saya dalam hati. Akhirnya kami tiba juga di Nirwana Beach. Karena masih hujan, kami terpaksa berteduh di mobil, selama sekitar 15 menit.

Usai menikmati bekal makan siang, kami melenggang ke pantai. Wah, pantainya benar-benar bersih. Sungguh berbeda dengan pantai yang pernah saya kunjungi sebelumnya. Pantai Kute di Bali saja kalah bersih, apalagi Parangtritis.

Putih pasirnya tak berbeda dengan Pantai Trikora, hanya saja Trikora tak terawat, masih banyak sampahnya. Di pantai kami juga bisa melihat turis asing sedang menikmati keindahan pantai.

Seperti di Bali, para turis terlihat asyik bersantai dengan bikini. Beberapa malah asyik berjemur tanpa pakaian, hanya ditutupi dengan handuk. Tapi turis lokal tidak dibenarkan masuk ke area turis asing.

Ya, memang kawasan turis asing terpisah dari turis lokal. Area khusus mereka lebih bersih dan juga lebih teduh. Wajar saja, kerena mungkin mereka membayar lebih mahal. Fasilitas pantai pun lebih banyak dinikmati oleh turis asing.

Terlihat mereka asyik membelah laut dengan jetski, ada pula yang memilih banana boat atau kano. Sedangkan kami lebih menikmati bermain air, maklum tidak bawa pakaian ganti.

Saya dengar memang kawasan ini menjadi tempat wisata turis berduit. Hotel dan resort yang berada di Lagoi ini juga bukan sembarangan, melainkan hotel berbintang. Sebut saja Nirwana, Mana Mana, Mayang Sari, Banyan Tree, bahkan Club Med juga ada disini.

Fasilitas lapangan golf di kawasan ini juga merupakan yang terbaik di Asia Tenggara. Saya sungguh tak sangka, di Pulau Bintan ini tersembunyi kawasan wisata yang sungguh indah dan menarik.

Tak menyesal saya berbasah-basah karena hujan. Lain waktu, jika diajak lagi tanpa pikir panjang tentu saya akan langsung mengepak pakaian ganti. Untuk berenang tentu saja.

Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved